PRODI ILMU KOMUNIKASI SIAP TERAPKAN BLENDED LEARNING

JAKARTA (UNAS) – Program Studi Ilmu Komunikasi akan segera menerapkan metode pembelajaran blended learning pada semester ganjil 2019/2020. Pembelajaran blended learning mengkombinasikan antara perkuliahan di kelas dan secara online. Hal ini sejalan dengan program yang ditetapkan oleh Universitas Nasional  menuju cyber university serta mengikuti perkembangan teknologi yang telah memasuki era 4.0.

Pelatihan pembelajaran blended learning ini diikuti tidak saja oleh dosen program studi ilmu komunikasi namun juga dosen di kalangan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).  Materi pelatihan diberikan oleh Kepala Bidang Internal dan Eksternal Service Badan Pengelola Sistem Informasi Universitas Nasional,  Sutikman, S.T., M.Kom dan diikuti oleh sekitar 15 orang dosen lintas program studi di FISIP.

Menurut Sutikman, pembelajaran blended learning memungkinkan dosen memberikan materi pengajaran secara online sebanyak 50 persen dari total pertemuan satu mata kuliah. ‘’Dari 14 kali pertemuan, setengahnya bisa dilakukan secara online. Artinya, baik dosen maupun mahasiswa tidak perlu bertemu di kelas. UNAS telah menyiapkan web kuliah untuk memfasilitasi pengajaran secara online,’’ papar Sutikman, dalam pelatihan yang dilakukan di Laboratorium FE UNAS, Jumat (8/3).

Ia memberikan tahapan-tahapan perkuliahan blended learning kepada para dosen. Setelah masuk ke web kuliah, dosen dapat memulai kelas dan menguploadmateri/ topik perkuliahan yang ingin disampaikan. Di dalam web kuliah, mahasiswa dapat mengakses pada waktu  yang telah ditentukan dan dapat berkomunikasi dengan dosen melalui sistem yang ada. Bahkan perkuliahan dapat menggunakan media video conference yang memungkinkan dosen maupun mahasiswa dapat bertatap muka dan dapat lebih interaktif, seperti mengajar di kelas.

Untuk menggunakan web kuliah guna pembelajaran blended learning, dosen harus mengupload seluruh materi perkuliahan yang akan diberikan selama 1 semester. Hal ini berdampak positif untuk dosen, mahasiswa maupun UNAS. ‘’Ini bisa digunakan untuk data base untuk proses akreditasi, dan misalnya di tengah jalan ada dosen yang berhalangan mengajar, dosen lain dapat meneruskan dengan materi yang ada,’’ ujarnya.

Ditemui di tempat yang sama seusai pelatihan, salah seorang dosen Program Studi Ilmu Komunikasi, Dr. Dwi Kartikawati, M.Si mengaku sangat terbantu dengan adanya metode blended learning. ‘’Kita bisa mengajar dari mana saja dan dengan metode ini kita dapat lebih memanfaatkan dan mengupdate teknologi yang ada,’’ ungkap Dwi.

Saat ini, beberapa program studi di Universitas Nasional telah menggunakan sistem blended learning. Antara lain, program studi Sistem Informasi, Informatika, kebidanan, Ilmu Keperawatan, Sosiologi dan seluruh program studi di Sekolah Pascasarjana.