Prodi Hubungan Internasional UNAS Bersama HIMAHI Dialog Dengan Kelompok Perhutanan Sosial dan Anggota DPRD Garut Terkait Tantangan Ketahanan Pangan Hadapi Krisis Global

Bagikan Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Syahdan, Garut (UNAS) –  Mahasiswa dan Dosen Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNAS bersama dengan Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMAHI) mewujudkan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam rangka Dies Natalis Universitas Nasional ke- 73 di Desa Desa Karamatwangi, Cisurupan, Garut, Jawa Barat yang berlangsung Jumat-Minggu, 2-4 Desember 2022 pada Kelompok Perhutanan Sosial (KPS) LMDH.

Dalam kegiatan di Desa Karamatwangi, Cisurupan, sekitar 50 mahasiswa Hubungan Internasional dan 5 dosen pendamping melihat langsung  pola pemanfaatan hutan sosial yang dikembangkan oleh KPS LMDH Karamatjaya dengan sistem agroforestri kombinasi tanam berupa pohon Manglit, pohon kopi dan kentang serta pengembangan usaha wisata berbasis alam. 

Selain itu, himpunan mahasiswa HI UNAS juga melakukan dialog interaktif dengan pemerintah desa, LMDH Karamatjaya dan anggota DPRD Garut.

FGD-dengan-anggota-DPRD-PDIP-Golkar-dan-Gerindra
FGD-dengan-anggota-DPRD-PDIP-Golkar-dan-Gerindra

Pembangunan berbasis perhutanan sosial dalam rangka peningkatan kesejahteraan demi penghidupan  berkelanjutan yang ramah lingkungan bagi masyarakat desa sekitar hutan memerlukan dukungan dari para pemangku kepentingan baik di tingkat pusat maupun lokal. Apalagi bila dikaitkan dengan tantangan dan  ancaman krisis pangan global dan energi.

Dialog antara mahasiswa, Kelompok Perhutanan Sosial, pemerintah Desa Karamatwangi dan anggota legislatif Garut difasilitasi oleh Aliansi Mahasiswa Indonesia untuk Indonesia Hebat (ALMISBAT), yaitu salah satu organisasi masyarakat sipil yang giat melakukan sosialisasi dan pengawalan program Perhutanan Sosial.

Dalam siaran persnya, pimpinan Almisbat yang juga pegiat perhutanan sosial, Ch. Ambong mengutarakan, pertanyaan-pertanyaan kritis banyak mengalir dari mulut mahasiswa yang ditujukan kepada anggota wakil rakyat Garut.

“Seperti dukungan Pemda Garut dalam pengembangan sentra ekonomi berbasis perhutanan sosial baik di sektor perkebunan, peternakan, pertanian maupun wisata serta peluang pengembangan industri kreatif lainnya”, ujar Ambong.

Ada tiga topik pembahasan mengemuka pada diskusi tersebut diantaranya: Kesiapan masyarakat desa dalam menghadapi krisis pangan dunia; pengembangan sentra ekonomi Garut berbasis hutan dan ekonomi kreatif; dan tantangan mempertahankan kearifan lokal masyarakat Garut dalam arus modernisasi.

Hadir dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan mahasiswa UNAS di areal Perhutanan Sosial LMDH Karamatjaya diantaranya anggota DPRD Garut H. Ade Rijal, S.Ag dari Fraksi Gerindra, Drs. H. Nadiman Fraksi Golkar, Juju Hartati, S.Sos Fraksi PDI-P dan Drs. H. Dedi Suryadi Sutarsa, M.SI., Fraksi Gerindra. Sementara itu, dari  pemerintah Desa Karamatwangi hadir Kepala Desa Karamatwangi Rana Kurnia beserta perangkat desa serta Ketua LMDH Karamatjaya dan anggota.

Sementara itu, mahasiswa Prodi HI didampingi oleh Dr. Irma Indrayani, S.I.P., M.Si, Dr. Hendra Maujana Saragih, S.I.P., M.Si dan Dr. Aos Yuli Firdaus, S.I.P., M.Si. (*)

Berita Terbaru
Chat with Us!