Prodi Fisika Gelar Seminar Wujudkan Fisikawan Medik Profesional

JAKARTA – Dalam rangka melahirkan para fisikawan medik profesional yang siap pakai, Program Studi Fisika Universitas Nasional (UNAS) bekerjasama dengan Aliansi Fisikawan Medik Indonesia (AFISMI) melangsungkan seminar dan workshop Fisika Medik, pada Sabtu, (06/1). Menyusung tema ‘Be a Professional Medical Physicist’, kegiatan ini diikuti oleh 142 peserta yang terdiri dari mahasiswa UNAS dan para fisikawan medik sejabodetabek.

“Seminar ini penting diadakan untuk mengetahui perkembangan fisika medik saat ini, dan dengan kondisi yang sekarang diharapkan kita dapat mendapatkan masukan dan himbauan dalam dunia fisika medik supaya dapat berkembang dengan baik. Mudah-mudahan melalui ini nantinya lulusan fisika medik mudah terserap dalam penelitian,” imbuh Dekan Fakultas Teknik dan Sains (FTS), Basori, S.T., M.T. dalam sambutannya.

Kegiatan ini, lanjutnya, merupakan pembuka tahun yang baik mengingat program studi Fisika baru pertama kali mengadakan seminar dan workshop fisika medik. Ia berharap seminar ini dapat menjadi kegiatan rutin bagi Fisika disamping mengikuti perkembangan yang terkait dengan regulasi perkembangan fisika medik dimasa mendatang.

“Mudah-mudahan dengan hadirnya para pakar yang akan sharing pengalaman mereka akan membawa dampak bagi fisika medik maju dimasa mendatang. Imputan bagi mahasiswa ini adalah sebagai ladang berbagi informasi sehingga pada saat lulus mereka mengetahui apa yang akan dihadapi kelak,” tutup Basori.

Ketua Pelaksana seminar ini, Merry Suzana mengatakan bahwa tujuan dari diadakannya seminar yaitu agar fisikawan yang lulus dapat siap pakai dan mengetahui apa yang harus dikerjakan saat dilapangan beserta langkah-langkahnya, baik mulai pelaksaan program hingga pelaporan dan evaluasi.

“Selama ini banyak senior yang lulus tapi mereka bingung ketika ingin bekerja, oleh karena itu dalam seminar ini diundang banyak pembicara kompeten supaya dapat membahas masalah-masalah itu. Sehingga nantinya akan terlahir fisikawan medis yang bekerja sesuai dengan kompetensinya supaya pemberian yang menyangkut medis seperti dosis memang sesuai kapasitas dan aturannya, jadi tidak mencelakakan pasien,” tuturnya.

Mahasiswi prodi fisika kelas karyawan ini berharap, pada nantinya mahasiswa fisika UNAS dapat bekerjasama dengan instansi luar sehingga lebih mudah untuk belajar dan melakukan praktikum. “Semoga kedepannya prodi fisika lebih berekembang sehingga para tamatannya akan lebih profesional dan siap pakai sehingga memahami apa yang akan dikerjakan,” tutup Merry.

Bertempat di Aula Blok 1 lantai IV, puncak kegiatan ini adalah pemaparan materi oleh para fisikawan medik indonesia diantaranya Agung Nugroho Oktavianto, S.T., M.Si, mengenai Kebijakan KEMENKES dalam pembinaan Fisika Medik, Edy Suprapto, S.Si., M.Si. mengenai program kerja sederhana fisikawan medik pemula di pelayanan Radiologi, dan Lukmana Evan Lubis, S.Si., M.Si. mengenai diagnostik Quality Control in Diagnostic Radiology.

Dalam paparannya, Agung Nugroho mengatakan bahwa perlu adanya persiapan bagi lulusan fisika medik untuk terjun dalam dunia kerja seperti mengupgrade profesi dengan mengikuti diklat selama kurang lebih dua semester. “Kalau S1 hanya akademiknya saja belum bisa karena baru belajar teori, maka harus banyak praktikum juga sehingga pada saat terjun ditempat kerja mereka sudah paham apa yang akan dilakukan,” kata dia.

Pria kelahiran Pati, 07 Oktober 1973 itu berharap, UNAS sebagai kampus yang bertempat di ibu kota Jakarta dapat terus mengembangkan fisika medik mengingat tamatan dari prodi tersebut sangat dibutuhkan. “Fisika medik kebutuhannya sangat banyak dan marketnya sangat lebar, terutama dalam bidang industri. Jadi kedepannya fisika medik UNAS diharapkan dapat membangun jatidiri sehingga para lulusannya dapat menjadi terdepan khususnya di Jakarta,” tutup Agung.

Turut hadir dalam seminar ini Ketua Afismi Pusat, Supriyanto Ardjo Pawiro, M.Si, Ph.D., Ketua Afismi DPW DKI Jakarta, Wahyu Edi Wibowo, S.Si., M.Si, F.Med, Sp. RT., Ketua Program Studi Fisika, Purwantiningsih, S.Si, M.Sc., dan para dosen dari lingkup Fakultas Teknik dan Sains Universitas Nasional. (*nis)