PPI UNAS Gandeng MUI dan WWF Luncurkan Buku Pelestarian Satwa Langka  

Jakarta (UNAS) – Dukungan terhadap upaya konservasi termasuk melalui pendekatan agama, terutama untuk melindungi satwa liar dan hutan terus bergulir. Pada Senin, 18 November 2017, Pusat Pengajian Islam Universitas Nasional (PPI UNAS), bekerjasama dengan Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Majelis Ulama Indonesia(LPLH—SDA) MUI dan WWF Indonesia meluncuran buku bertajuk “Pelestarian Satwa Langka untuk Keseimbangan Ekosistem” dan “Khutbah Jumat Pelestarian Satwa Langka untuk Keseimbangan Ekosistem”. Buku-buku ini merupakan bekal dan penjelasan rinci tentang Fatwa MUI No 14 2014 yang telah dikeluarkan MUI tiga tahun sebelumnya.

Penulisan kedua buku tersebut dimaksudkan memudahkan pengenalan dan pemahaman dalam menerapkan Fatwa MUI No.4/ 2014 tentang “Pelestarian Satwa Langka untuk Keseimbangan Ekosistem” yang menyoroti prinsip-prinsip inti, kepercayaan akan nilai-nilai dan kontekstualisasi konsep-konsep fiqih pada lingkungan hidup yang erat kaitannya dengan konservasi. Di dalamnya terdapat ajakan untuk melindungi keanekaragaman hayati terutama spesies yang terancam punah.

Fatwa MUI No.4/ 2014 tersebut telah diterima dan disosialisasikan kepada beberapa ulama daerah seperti Aceh, Riau dan Ujung Kulon.  Melalui sosialisasi tersebut, dirasakan adanya kebutuhan seperti konten khotbah dan panduan penerapan fatwa untuk mengimplementasikan pesan-pesan fatwa tersebut secara lebih efektif dalam  membantu perlindungan satwa langka.

 “Buku-buku ini bertujuan untuk mempertajam wawasan dan pandangan Islam tentang pentingnya konservasi satwa yang dilindungi, sekaligus sebagai upaya pencegahan perburuan ilegal dan perdagangan ilegal satwa yang kini marak di tengah masyarakat. “ ujar Dr Hayu Prabowo Ketua Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (PLH-SDA) Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Penulisan kedua buku ini didukung oleh para pakar konservasi dari berbagai lembaga swadaya masyarakat, akademisi dan para pegiat konservasi.  Menurut Dr. Fachruddin Mangunjaya, salah seorang penulis buku tersebut, keberadaan buku ini akan memperluas pengetahuan para ustadz dan khatib yang langsung bersentuhan dengan masyarakat dalam menumbuhkan penyadar-tahuan tentang perlindungan satwa dan perubahan perilaku terhadap perdagangan ilegal satwa.

“Para dai dan ustadz di masjid, pesantren dan madrasah di masyarakat dapat membantu penyebaran pengetahuan tentang perlindungan satwa menurut ajaran Islam, seperti tertuang dalam buku ini”, kata Dr. Fachruddin Mangunjaya, Ketua Pusat Pengajian Islam UNAS.

Peluncuran buku ini didukung oleh WWF Indonesia yang juga mempunyai keperdulian dan membantu upaya pemberantasan perdagangan satwa illegal dan mengusung pemanfaatan sumber daya alam berkelanjutan.

Chairul Saleh, Koordinator ‘Wildlife Crime Team-WWF Indonesia mengatakan; “Kita sebagai umat Islam, wajib menolong sesama mahluk ciptaan NYA, dan mencegah kepunahannya dan Kami berharap, melalui pendekatan agama Islam dapat memberikan peran besar dalam mengubahpersepsi dan perilaku masyarakat tentang pentingnya pelestarian satwa dilindungi untuk kesejahteraan manusia, serta dapat mengurangi perburuan dan perdagangan satwa dilindungi secara illegal”

Chairul Saleh, yang juga salah seorang penulis buku tersebut, menambahkan:.“Ustadz dan para dai serta pihak pesantren dapat menjadi garda terdepan untuk upaya pendidikan, penyadar tahuan di tingkat tapak tentang perlindungan satwa”

Menteri Lingkungan Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr Ir. Siti Nurabaya, MSc dalam kata sambutannya pada buku ini mengatakan, bahwa buku Pelestarian Satwa Langka untuk Keseimbangan Ekosistem akan memperkaya wawasan masyarakat atas pandangan Islam terhadap perlindungan satwa dan kajian ilmiah pentingnya upaya perlindungan satwa langka. 

Diharapkan buku-buku ini dapat membantu para dai dan tokoh-tokoh agama dan serta para khatib untuk memberikan pencerahan tentang perlunya pelestarian satwa dilindungi di Indonesia. (*)