PKM Dosen Pertanian UNAS Dorong Masyarakat Kota Untuk Mulai Urban Farming

Jakarta (UNAS) – Semakin banyaknya jumlah yang terpapar Covid-19, maka pemerintah semakin mengetatkan segala kegiatan masyarakat. Maka dari itu Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilakukan secara online, dalam PKM yang kali ini dilakukan berasal dari Dosen Pertanian Universitas Nasional. Untuk PKM ini, Dosen pertanian memaparkan tentang Urban Farming yang sekarang ini sedang menjadi tren di masyarakat urban.

Urban Farming atau pertanian perkotaan disebut-sebut bisa menjadi alternatif ketahanan pangan di masa pandemik. keterbatasan selama pandemi menyebabkan semua orang berpikir untuk keluar dari masalah terutama dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Dengan memanfaatkan pekarangan rumah yang masih tersisa, berkebun di rumah merupakan solusi metode pertanian kota dengan konsep berkebun di lahan yang terbatas.

 Menanggapi kejadian pandemi ini, Dosen Fakultas Pertanian Universitas Nasional berinisiatif untuk memberikan penyuluhan terhadap masyarakat mengenai urban farming.Kegiatan yang seharusnya dilakukan secara langsung dialihkan dengan metode daring demi memutus rantai penyebaran covid-19 pada (4/2).

Ir. Yenisbar, M.Si,

Menurut ketua pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat Ir. Yenisbar, M.Si, kegiatan ini merupakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk mendorong masyarakat melakukan urban farming guna meningkatkan pendapatan dan memproduksi bahan pangan. “ Kegiatan ini merupakan salah satu Tri Dharma Perguruan tinggi, melihat kondisi yang kurang enak untuk keluar rumah, Urban Farming bisa menjadi solusi untuk meningkatkan pendapatan atau aktivitas memproduksi bahan pangan untuk dikonsumsi keluarga,”paparnya.

Urban farming yang berarti bercocok tanam di lingkungan rumah perkotaan dianggap beriringan dengan keinginan masyarakat kota untuk menjalani gaya hidup sehat. Hasil panen dari urban farming lebih menyehatkan lantaran sepenuhnya menerapkan sistem penanaman organik.

“Urban Farming juga bisa menjadi sarana berbagi informasi dan fasilitas jual beli produk setempat sehingga mendapatkan penghasilan, urban farming mengurangi resiko pestisida kimiawi berlebihan dalam kondisi masyarakat kota untuk menjalani gaya hidup sehat”, tambah Yenisbar.

Ir. Asmah Yani, M.Si

Sementara itu, Anggota PKM Ir. Asmah Yani, M.Si juga menjelaskan pentingnya mengkonsumsi sayur-sayuran demi menjaga ketahan tubuh. “ Sektor pertanian sebagai pemasok pangan bagi masyarakat sangat berpengaruh, padahal untuk menjaga daya tahan tubuh agar tetap sehat dianjurkan banyak makan sayur dan buah. Orang-orang yang kreatif bisa memunculkan gagasan baru yaitu dengan memanfaatkan lahan seadanya untuk bercocok tanam”, jelas Asmah.

Dalam materinya, Asmah juga menambahkan bahwa selain tanaman hias, Urban farming juga dapat dilakukan menggunakan buah hingga sayuran. “berkebun tidak hanya budidaya tanaman hias tapi yang bermanfaat seperti buah hingga sayuran yang bisa dimakan. Sejumlah sayuran mulai dari pakcoy, sawi, hingga kangkung bisa ditanam sendiri di rumah tanpa perlu memiliki halaman yang luas” tambahnya.

Pada webinar yang dihadiri oleh Dekan Fakultas Pertanian Ir. Inkorena G.S. Sukartono, M.Agr juga membuka peluang kewirausahaan produksi salad dari hasil Urban Farming. (TIN)