Pererat Hubungan Indonesia dan Jepang Melalui Diskusi Mahasiswa Sastra Jepang UNAS dengan Obayashi Sacred Heart School

Jakarta (UNAS)- Banyak cara menuju Roma, begitu kata pepatah, seperti yang terjadi di Prodi Sastra Jepang Universitas Nasional yang seharusnya setiap tahunnya bisa mengirim mahasiswa yang berprestasi untuk ke Jepang guna mengenalkan budaya Indonesia dan mempraktekkan bahasa Jepang secara langsung, namun karena adanya pandemic Covid -19  kini kegiatan tersebut dilakukan secara daring. Pada kesempatan ini  Sekolah Khusus Perempuan di Jepang Obayashi Sacred Heart School yang menjadi tempat untuk belajar.

Kegiatan yang mengangkat tema “Mutual Understanding Between Indonesia and Japan: Culture and Religion” ini melibatkan 18 Mahasiswa aktif Sastra Jepang UNAS dengan disaksikan lebih dari 20 siswa Obayashi Sacred Heart School Jepang.

“Kegiatan ini berupa presentasi dari 18 orang mahasiswa Prodi Sastra Jepang dan 4 perwakilan siswa  Obayashi Sacred Heart School yang disaksikan oleh siswa tingkat akhir serta para guru Obayashi Sacred Heart School. Presentasinya menggunakan bahasa Jepang yang membahas tentang budaya dan agama di Indonesia dan juga Jepang” kata Ketua Program Studi Sastra Jepang Universitas Nasional  Fairuz, S.S, M.Hum

Dalam sambutannya pada kegiatan yang diadakan pada 14 Januari 2021, dia menambahkan bahwa  ini merupakan kesempatan bagi mahasiswa Sastra Jepang untuk berinteraksi langsung dengan orang Jepang meskipun secara Online. “ Ini merupakan suatu kesempatan yang berharga pada masa pandemi ini untuk berinteraksi dengan siswa Jepang yang dilakukan secara OnLine.   Dimana sebelum pandemi, kesempatan untuk berinteraksi dengan orang Jepang sangat banyak . Misalnya melalui klub percakapan yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Universitas Nasional, Ennichisai Jakarta, dan Festival JAK JAPAN”, tambahnya.

Sebelumnya dalam lebih dari sepuluh tahun, Universitas Nasional bekerjasama dengan sekolah – sekolah di Jepang dengan mengirimkan delegasi untuk mewakili Indonesia guna memperkenalkan budaya Indonesia kepada anak-anak Sekolah Dasar, Sekolah Menengah maupun Sekolah Tingkat Akhir di Jepang. Namun sayangnya kegiatan tersebut tidak dapat dapat dilakukan mengingkat pandemi covid-19 tak kunjung hilang.

Sementara itu, Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra Drs Somadi, M.Pd berharap generasi muda saat kedua negara dapat membuka wawasan mereka tentang pentingnya memahami budaya dan toleransi. “ Semoga generasi muda kedua negara baik Indonesia maupun Jepang dapat lebih membuka wawasan mereka tentang pentingnya memahami budaya dan agama sehingga terjadilah toleransi sesama” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan seperti ini akan terus berlanjut dan membuka Kerjasama dalam bentuk program yang berbeda. “Saya berharap, di masa mendatang kegiatan seperti ini akan terus berjalan dan terbukanya Kerjasama dalam berbagai program.” Tutup Somadi. (*TIN)