Jakarta (Humas UNAS) – Pelatihan dan Sertifikasi Nasional BNSP AI Digital Marketing yang diselenggarakan di Universitas Nasional berlangsung meriah dan penuh antusiasme pada Senin, 4 Mei 2026 di Ruang Aula Blok A, Lantai 4 UNAS. Kegiatan ini menghadirkan Instruktur sekaligus asesor nasional, Rudianto, S.Kom., M.M., sebagai pemateri utama dalam sesi pembelajaran AI Digital Marketing.
Dalam penyampaian materinya, Rudianto membahas perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia digital marketing, content creation, hingga pemanfaatan AI untuk riset pasar dan pembuatan konten digital berbasis data. Ia menegaskan bahwa AI dapat menjadi alat yang sangat membantu jika digunakan secara tepat dan bertanggung jawab.
“AI ini bukan barang baru, tetapi sekarang berkembang sangat pesat karena hadirnya generative AI seperti ChatGPT dan Gemini. Namun kita tetap harus menggunakan AI secara bijak, etis, dan terukur,” ujar Rudianto di hadapan peserta pelatihan.
Suasana pelatihan berlangsung sangat interaktif. Peserta diajak berdiskusi mengenai tren media sosial, strategi konten digital, hingga praktik membuat promosi menggunakan AI. Dalam sesi tersebut, peserta juga mempelajari cara melakukan riset menggunakan berbagai tools digital seperti Google Trends dan platform AI lainnya.
Menurut Rudianto, riset merupakan langkah penting sebelum seseorang membuat bisnis maupun konten digital.
“Produk yang bagus belum tentu berhasil tanpa riset yang tepat. Kita harus memahami target market, tren, dan perilaku konsumen terlebih dahulu sebelum membuat konten ataupun promosi,” jelasnya.
Tidak hanya membahas teori, peserta juga mendapatkan praktik langsung membuat prompt AI untuk menghasilkan ide konten promosi, desain visual, hingga video marketing berbasis AI. Berbagai simulasi dilakukan menggunakan contoh produk seperti skincare, showroom mobil, parfum, hingga jasa pelatihan.
Rudianto juga menjelaskan pentingnya “hook” atau kalimat pembuka dalam sebuah konten digital agar mampu menarik perhatian audiens sejak detik pertama.
“Konten yang menarik itu harus punya hook supaya orang tidak langsung skip. Jadi pembuka konten sangat menentukan,” ungkapnya saat memberikan praktik pembuatan konten kepada peserta.
Kegiatan pelatihan semakin semarak dengan adanya sesi kuis, diskusi, hingga penugasan pembuatan konten AI yang nantinya dikumpulkan melalui Learning Management System (LMS). Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir sesi.
Melalui kegiatan ini, Universitas Nasional berharap mahasiswa dan peserta pelatihan mampu meningkatkan kompetensi di bidang AI Digital Marketing serta siap menghadapi sertifikasi kompetensi nasional BNSP di era transformasi digital yang terus berkembang. (*Dimas Wijaksono)







