Pandemi Covid-19 jadi momentum bergotong royong

Jakarta,- Dosen Sosiolog Universitas Nasional (Unas)  Adilita Pramanti, menyatakan, penyebaran pandemi coronavirus anyar (Covid-19) di Indonesia menjadi momentum untuk bergotong royong. Baik oleh pemerintah, swasta, maupun masyarakat.

“Musuh yang dihadapi, adalah pandemik yang berskala global. Maka, tiada kata lain, semua pihak harus bersatu memerangi penyebaran virus corona,” katanya saat dihubungi Alinea.id di Jakarta, Senin (30/3).

Dirinya pun meminta komunikasi serta langkah-langkah strategis dan taktis dilakukan serempak. “Semua pihak harus satu visi,” ujar dia.

Kemudian, mengatasi sekat birokrasi dan komunikasi. Sehingga, dampak utama, sampingan, dan lanjutannya dapat teratasi. Mulai dari penyiapan sarana kesehatan, dampak ekonomi, sosial, dan sebagainya.

“Dari sisi ini, pempus (pemerintah pusat) dan pemda (pemerintah daerah) harus berbagi tugas dan tanggung jawab,” ucap Adilita.

Di sisi lain, dirinya berpandangan, keputusan karantina wilayah oleh beberapa pemda (local lockdown) bertujuan melindungi kesehatan masyarakat. Itu sesuai amanat Pasal 4 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

“Upaya semacam karantina daerah yang dilakukan oleh pemda, tertentu lebih didasari oleh semangat mengurangi atau memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sehingga, penyebaran pandemik ini di daerahnya tidak berkembang luas,” tutupnya. (MPR)

https://www.alinea.id/nasional/pandemi-covid-19-39-tka-china-kembali-masuk-indonesia-b1ZLh9sTW