Mini Studi Jepang, buah dari Kolaborasi tiga Pusat Studi Jepang lintas Universitas

Jakarta – UNAS, Mahasiswa harus dekat dengan penelitian dan terbiasa menyampaikan hasil penelitian. Untuk membiasakan mahasiswa melakukan hal itu, diperlukan sebuah wadah. Kebutuhan atas wadah Ini yang menjadi dasar diselenggarakannya Mini Seminar kolaborasi Pusat Studi Jepang tiga kampus di Universitas Nasional pada 11 Desember 2019. “Salah satu wadah bagi para dosen berkarya selain itu juga membuat para mahasiswa membiasakan diri bagaimana berbicara di depan umum bagaimana mempresentasikan karyanya,” ujar Ketua Asosiasi Studi Jepang se-Jabodetabek, Merza Abdullah. Senada dengan itu, kepala prodi sastra Jepang Universitas Nasional, Fairuz, S.S, M.Hum mengungkapkan “tujuan utama kita adalah agar mahasiswa belajar bagaimana mempresentasikan karya-karya mereka selama ini.”

Ketiga kampus yang berkolaborasi untuk menyelenggarakan acara ini adalah Universitas Nasional, Universitas Indonesia, dan Universitas Al-Azhar Indonesia. Kampus tersebut mengirim perwakilan, baik dosen maupun mahasiswa untuk mempresentasikan karyanya dengan tema bebas. Topik dari mulai teks religius, sejarah, linguistik, feminimisme hingga penggambaran keindahan dari perspektif sensual dibawakan dengan baik oleh para pemateri.

Peserta yang hadir tampak antusias sepanjang jalannya mini seminar ini. Respon positif ini terlihat dari jumlah peserta seminar yang memenuhi ruang tempat diselenggarakannya acara ini. Peserta terlibat aktif dalam setiap sesi seminar khususnya ketika dibuka sesi tanya jawab.

“Jadi dengan kegiatan kaya gini bisa mengeksplorasi kemampuan mahasiwa buat melakukan penelitian, buat latihan juga untuk mahasiwa,” ujar Prayogi Dwicahyo Nugroho, mahasiswa perwakilan dari Universitas Indonesia ketika dimintai komentar tim Humas UNAS. Senada dengan itu, Sarah salah satu mahasiswi sastra Jepang Universitas Nasional yang turut mengikuti seminar “menurut saya bagus ya karena acara ini memberikan ilmu baru bagi saya, kaya ada kanji yang dibaca nya apa kalau dibaca secara kesastraan dibacanya jadi berbeda. Terus, tadi ternyata black company di jepang sudah separah apa saya juga jadi tahu dan sejarah jepang saat perang seperti apa.” Ujarnya.

“Saya senang sekali karena di sini pesertanya aktif.” Ujar Kepala Pusat Studi Jepang UI, Dr. Diah Madubrangti ketika berbicara sebelum menutup mini studi ini. Mini seminar berikutnya akan diselenggarakan di Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia. (RIZKI)