MAHASISWA UNAS SIAP JADI DUTA GERAKAN PERUBAHAN PERILAKU

Bagikan Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Jakarta (UNAS) – Pandemi covid-19 telah memaksa masyarakat untuk lebih peka terhadap kesehatan dan merubah perilaku mereka sesuai dengan aturan kesehatan. Sosialisasi menjadi salah satu langkah penting untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat mengenai virus covid-19 ini. Maka dari itu, pentingnya merubah perilaku masyarakat sebagai salah satu upaya penanganan covid-19, Universitas Nasional bekerja sama dengan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Bidang Perubahan Perilaku mengajak seluruh mahasiswa UNAS untuk menjadi Duta Gerakan Perubahan Perilaku.

Hal itu diwujudkan dalam bentuk pemberian pelatihan kepada mahasiswa UNAS yang dilakukan secara daring melalui Zoom dan live youtube. dan diikuti 150 lebih mahasiswa dari berbagai fakultas. Dalam acara ini, turut hadir Wakil Rektor Bidang AkademikKemahasiswaan dan Alumni Dr. Suryono Efendi, S.E., M.B.A., M.M., Kepala UPT Wirausaha Mandiri UNAS Drs. Suadi Sapta Putra, M.Si.M., dan Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Dr. Sonny Harry B. Harmadi.

Dr. Suryono Efendi, S.E., M.B.A., M.M.

“Dalam rangka ikut berkontribusi dalam penanganan Covid-19, kami telah menyiapkan para mahasiswa UNAS untuk mengikuti gerakan perubahan perilaku ini sehingga dapat ikut berpartisipasi secara langsung ikut mencegah,” terang Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Suryono Efendi, S.E., M.B.A., M.M. dalam sambutannya pada pelatihan mahasiswa gerakan perubahan perilaku, Rabu (7/7).

Ia juga menyampaikan bahwa untuk menghentikan laju pertumbuhan covid-19, diperlukan suatu kerjasama antara pemerintah dan masyarakat termasuk perguruan tinggi. “Oleh karena itu, kami (UNAS) menyambut baik gerakan ini dan terima kasih kepada Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Bidang Perubahan Perilaku yang telah memberikan kepercayaan kepada UNAS khususnya mahasiswa untuk bisa memberikan contoh perubahan perilaku untuk bisa berkontribusi langsung terhadap penanganan Covid-19,” tambahnya.

Terdapat empat tugas utama yang dilakukan oleh duta perubahan perilaku dalam rangka ikut serta menanggulangi covid-19 yaitu (1) menjadi teladan dalam penerapan protokol kesehatan, (2) melakukan edukasi dan sosialisasi tentang covid-19, 3M, 3T, dan vaksinasi, (3) berperan serta dalam posko desa/kelurahan, dan (4) melaporkan perkembangan melalui aplikasi Bersatu Lawan Covid-19 (BLC).

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Dr. Sonny Harry B. Harmadi menjelaskan bahwa dalam rangka mengatasi lonjakan kasus covid-19 diperlukan langkah-langkah sehingga dilaksanakan kebijakan PPKM darurat. “Jadi karena di berlakukan PPKM darurat kami mencoba mendorong perubahan perilaku lebih gencar lagi di pulau Jawa dan Bali,” pungkasnya.

Untuk wilayah DKI Jakarta, tambah Sonny, UNAS akan bersama-sama dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bergerak mengedukasi dan merubah perilaku masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan yang sudah dianjurkan oleh pemerintah.

Dr. Sonny Harry B. Harmadi

“Jadi selama PPKM darurat ini kami mohon kepada teman-teman UNAS untuk bekerja mengedukasi masyarakat paling tidak dilingkungan rumah dan juga teman-temannya supaya mematuhi protokol kesehatan. Selain melakukan edukasi,  teman-teman mahasiswa juga harus melaporkan hasil kerja melalui aplikasi agar kami memiliki data,” jelasnya.

“Harapannya selama PPKM darurat ini, para mahasiswa dari UNAS bergerak serentak dan kami yakin teman-teman mahasiswa dari UNAS ini bisa menjadi mitra terdepan kami,” harapnya.  

Adapun rangkaian dalam pelatihan ini yaitu pemaparan substansi perubahan perilaku, paparan aplikasi monitoring perubahan perilaku, serta diskusi tanya jawab. (*DMS) 

Berita Terbaru
Chat with Us!