Mahasiswa Unas Lakukan PKM Online, di Pondok Cabe Udik Tangsel.

Jakarta (UNAS) – Masih tingginya angka penularan Covid-19, membuat kegiatan Pengambdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Nasional dilakukan secara online. Dalam kegiataan PKM online ini tidak menyurutkan semangat mahasiswa untuk bisa melakukan pengabdiannya.

PKM Online yang sekarang ini dibuat adalah antisipasi mengadapi Kejadian kebakaran akibat ledakan tabung gas dan korsleting listrik di daerah Tangerang Selatan.  Dari data yang ada kejadian kebakaran di wilayah Tangsel masih cukup tinggi, dikutip  dari laman TangerangNews.com, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mencatat sebanyak 175 kebakaran terjadi sepanjang tahun 2020.

Sadar akan pentingnya memahami cara penanggulangan bencana terutama kebakaran,  empat mahasiswa Ilmu Komunikasi UNAS mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat  dengan tema “Pelatihan Penanggulangan Kebakaran Dan Bantuan Hidup Dasar (BHD)” pada Minggu, 3 Januari 2021.

Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan oleh Turangga Raflihuda, Muhammad Rizky Haekal, Handhika Firdaus dan Alexander Bima Dharmasena yang merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNAS digelar secara daring (online) guna menjaga penyebaran virus Covid-19.

Menurut Turangga Raflihda selaku Koordinator Kegiatan, tema dan lokasi tersebut dipilih atas masukan dari Mitra PKM. “Kami memilih tema tersebut atas masukan dari Mitra PKM dan dengan pertimbangan bahwa kejadian kebakaran akibat ledakan tabung gas dan korsleting listrik di daerah Tangerang Selatan cukup tinggi, jadi kami memilih Pondok Cabe Udik untuk tempat PKM” jelas Turangga dalam ulasannya.

“Agar materi dapat dipahami dengan baik, pelatihan ini diberikan dalam bentuk ceramah dan juga simulasi melalui penayangan video” tambahnya.

Selain itu Handhika Firdaus menjelaskan, para peserta diajarkan bagaimana cara memadamkan api dengan handuk basah. “Para peserta dalam karang taruna diajarkan bagaimana memadamkan api dengan handuk basah dan alat pemadam api ringan (Apar) serta teknik mencabut regulator saat terjadi kebakaran” jelasnya.

Menurut Yayu Sriwartini, S.Sos., M.Si., selaku dosen pendamping sekaligus pengarah kegiatan, program PKM yang dilakukan mahasiswa tersebut merupakan salah satu bentuk praktek dari mata kuliah PR dan Manajemen CSR yang juga terintegrasi pada Tridarma Perguruan Tinggi. “Praktek PKM ini mempersiapkan mahasiswa untuk kelak terbiasa berkiprah di masyarakat. Apalagi jika kelak mereka berkecimpung mengelola CSR perusahaan, maka setidaknya sudah memiliki gambaran sederhana mulai dari perencanaan yang melibatkan mitra, pengorgansiasian SDM, pelaksanaan sampai pada pengomunikasikan kegiatan”.

Sementara itu, perwakilan dari karang taruna RW 010 Dimas Prayogo memberikan apresiasinya atas diadakannya PKM yang dilakukan oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Nasional.

 “Saya mengucapkan terimakasih atas pelatihan yang diberikan oleh teman-teman mahasiswa, banyak ilmu baru yang saya dapat yang nantinya bisa kembali saya sebarkan melalui forum-forum pertemuan RT maupun RW” tuturnya. (*TIN)