Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNAS Mengajak Driver Ojol Manajemen Emosi dan Komunikasi Efektif

Bagikan Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Driver Ojol Manajemen Emosi dan Komunikasi Efektif

Jakarta (UNAS) – Mahasiswa Prodi lmu Komunikasi UNAS mengajak para driver ojek online untuk mengendalikan emosi dan berkomunikasi secara efektif dalam menghadapi pelanggan. Hal ini diwujudkan dalam kegiatan bertema “Manajemen Emosi dan Komunikasi Efektif”.

Diselenggarakannya kegiatan ini sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat (PKM) berupa edukasi materi di wilayah Tanah Abang, Jakarta Pusat. Selain itu, sebagai pemenuhan tugas mata kuliah PR dan Manajemen CSR. Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan PKM ini ialah Fita Nurhikmah, Irene Reesvelinessa, Lulu Astrid Alawiyah, Miranda Ambarsari, dan Nur Aulia.

Latar belakang tema yang diangkat bermula dari salah satu anggota klub ojek online yang mengatakan bahwa ada hal-hal yang menghambat mereka dalam bekerja sebagai ojek online. Antaranya adalah begitu sulitnya menahan emosi dan juga berkomunikasi secara efektif kepada pelanggan.

Hal tersebut mengakibatkan banyak kesalahpahaman sehingga para driver dirugikan karena pelanggan berakhir memberi penilaian buruk terhadapnya. “Ketika kita emosi tentu hal tersebut membawa kita kemana pun. Tentu hal tersebut juga sama dirasakan oleh driver ojek online ini,” ujar Fita, salah satu anggota PKM.

Ia melanjutkan, “maka dari itu kami ingin sharing pengetahuan kepada para driver ojek online dalam pengendalian emosi dan juga cara berkomunikasi agar efektif,” jelas Fita dalam keterangan tertulisnya.

Selain materi mengenai manajemen emosi dan komunikasi secara efektif, terdapat pula contoh praktek kepada salah satu driver ojek online. Dengan mencoba menghadapi pelanggan sebelum adanya pengejelasan materi di awal. Lalu dilanjutkan dengan penjelasan materi.

Materi yang disampaikan pada Minggu (2/1/2022) antara lain cara pengendalian emosi yang dilengkapi dengan studi kasus serta tips untuk bersikap dan berpenampilan yang baik saat memberikan layanan jasa terhadap pelanggan. Setelah itu, diakhiri dengan praktek untuk mengetahui pemahaman para driver setelah diberikan materi.

Fita menyampaikan, “sikap dan penampilan merupakan faktor penting dalam segala kegiatan termasuk bekerja. Para driver ojek online ini tentu harus mengetahui bahwa adanya standar dalam bersikap dan berpenampilan merupakan hal yang wajib dimiliki,” ungkapnya.

“Menurut saya, ketika kita sudah memiliki standar di dalam diri segala hal, dpat memudahkan segala proses yang sedang dilakukan, karena ekspektasi kita terhadap suatu hal akan selalu sama meskipun keadaannya berbeda-beda,” lengkap Fita.

Dari pelaksanaan kegiatan PKM ini, diharapkan para driver ojek online dapat lebih baik dalam manajemen emosi dan terus menjaga komunikasi secara efektif. Serta dapat memiliki standar pelayanan dalam kegiatan sehari-harinya dalam bekerja.  Sehingga kedepan bisa mendapatkan penyikapan dan penilaian yang layak dari pelanggan. (*ARS/Tim PKM)

 

 

 

Berita Terbaru
Chat with Us!