Mahasiswa Faperta Membagikan Pengalamannya Selama Magang di Jepang

“Jangan pernah takut untuk bermimpi, jangan ditunda, harus terus berusaha. Saya bisa, dia bisa, kamu juga bisa” . “Yang paling penting menurut saya menguasai bahasa minimal daily conversation, selebihnya bisa sambil diasah”

Jakarta (UNAS) – Rahma Novia, Euis Dahlia, Siti Khasanah dan Fransiska Ilantiati Putri mahasiswa fakultas pertanian program Studi Agroteknologi Universitas Nasional (UNAS) yang berangkat untuk melakukan program magang di Jepang. Saat ini, mereka bertugas di salah satu perusahaan sektor pertanian yaitu Japan Agricultural Okinawa dan bulan Juli ini merupakan bulan terakhir mereka berada di Jepang.

Pada Minggu, 05 Juli 2020 Tim Humas Universitas Nasional berkesempatan untuk mewawancarai ketiga dari tujuh mahasiswa Universitas Nasional yang terpilih melakukan magang di Jepang itu. Kepada Tim Humas Universitas Nasional melalui aplikasi WhatsApp, Rahma Novia, Euis Dahlia, dan Siti Khasanah menceritakan beberapa pengalamannya menjadi peserta program magang di Jepang.

“Selama disini saya melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan pertanian seperti perawatan tanaman dan pemanenan buah stroberi di green house milik perusahaan Hitachi. Selain itu, kita juga bertugas ditempat sortasi dan grading buah, sayur dan bunga,” ujar Rahma.

Tak hanya itu, Rahma juga menceritakan bahwa selama di Jepang tak hanya bekerja atau belajar tentang pertanian. Namun Ia juga berkesempatan untuk belajar tentang kebudayaan Jepang khususnya okinawa. “Senang rasanya bisa magang di Jepang, banyak hal-hal baru yang kita pelajari disini mulai dari teknologi pertaniannya, kebudayaannya, bahasa, etos kerjanya mereka, sampai ke social life nya masyarakat disini,” tuturnya.

Hal yang sama juga di ungkapkan Euis Dahlia, mahasiswa fakultas pertanian angkatan 2015 itu menuturkan bahwa selama magang di Jepang Ia mendapatkan banyak pengalaman dari orang-orang baru. “Secara pribadi saya mendapatkan banyak pelajaran, bukan hanya tentang agriculture dan agribisnis, tapi juga mendapatkan pelajaran tentang japanese manners terus juga tentang working culture mereka (masyarakat Jepang), bertemu dengan orang-orang baru, kerjasama dengan orang asing menurut saya adalah salah satu pelajaran yang berharga,” ungkap Euis.

Dalam kesempatan yang sama, peserta magang lainnya Siti Khasanah membagikan pengalamannya sehingga bisa mengikuti program magang hasil dari kerjasama antara Fakultas Pertanian UNAS dengan Hokkaido Agri Corporation Association (ACA) Jepang, yang sebelumnya telah melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

“Pertama kali pihak sawayaka menawarkan program internship saya langsung tertarik dan daftar. Selanjutnya menyerahkan hasi medical check up dan saya lolos. Interview dengan pihak sawayaka juga lolos. Namun, saat interview online dengan perwakilan dari perusahaan Jepang yang diadakan oleh kampus saya tidak lolos. Satu bulan kemudian saya dihubungi pihak sawayaka dan kampus kalo saya bisa ikut interview lagi karena ada perusahaan baru yg butuh. Akhirnya saya ikut dan pergi interview di kampus untirta tanggerang. Setelah semua tahapan alhamdulillah kita lolos dan berhak berangkat magang disana,” kata Siti

Dari pengalaman dan perjalanan magang selama di Jepang Rahma Novia dan Euis Dahlia memberikan pesan dan semangatnya untuk mahasiswa Universitas Nasional.

“Jangan pernah takut untuk bermimpi, jangan ditunda, harus terus berusaha. Saya bisa, dia bisa, kamu juga bisa,” tutur Rahma Novia, yang kemudian disambung oleh Euis Dahlia “Yang paling penting menurut saya menguasai bahasa minimal daily conversation, selebihnya bisa sambil diasah,” katanya. (*DMS).