Luluskan 22 Mahasiswa, Magister Administrasi Publik UNAS Alumni Sebagai Katalisator, Kontributor dan Kader Akademik

Bagikan Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Luluskan 22 Mahasiswa, Magister Administrasi Publik UNAS Alumni Sebagai Katalisator, Kontributor dan Kader Akademik
Jakarta (UNAS) – Magister Administrasi Publik UNAS telah meluluskan sebanyak 22 mahasiswa pada semester ganjil 2021/2022 yang dilangsungkan dalam yudisium sekolah pascasarjana 2022 di ruang seminar, Menara UNAS.  Menurut ketua Program Magister Administrasi Publik Dr. Rusman Ghazali, Msi alumni sebagai Katalisator, Kontributor dan Kader Akademik.

“Posisi alumni dalam konteks perguruan tinggi diletakan pada tiga dimensi dalam sejarah akademi. Alumni sebagai katalisator adalah alumni harus bisa memberikan bekal ilmu dalam mengabdi kepada masyarakat sesuai  dengan bidang profesi masing-masing, yang kedua adalah sebagai kontributor utama dalam menjaga eksistensi perguruan tinggi dan yang ketiga adalah sebagai Kader Akademik yang senantiasa sebagai almamater alumni harus menjadi mitra dengan universitasnya, tentu dalam sebuah praktisi yang menekuni suatu bidang akan diminta untuk mengembangkan sumbangan berfikir,” jelasnya dalam sambutan.

Ia menambahkan meskipun sudah dilepas, sebagai alumni diharap tidak memutuskan hubungan. “meskipun sudah dilepas tetapi hubungan kekeluargaan harus tetap terjaga karena kontribusi alumni sangat central sekarang dengan adanya tracer study,” paparnya.

Dalam hal yang sama, Pimpinan Sekolah Pascasarjana UNAS Assoc. Prof. Drs. Firdaus Syam, M.A.,PhD juga menyampaikan sebagai alumni UNAS harus bisa menjaga nama baik dan memberikan yang terbaik terhadap negara sebagai administrator. “Negara membutuhkan para administrator yang profesional, handal dan berintegritas. Sebagai alumni UNAS harus bersih dan berwibawa oleh karena itu UNAS terus berjuang untuk memberikan yang terbaik.” Ucapnya

Magister Administrasi Publik UNAS dalam kegiatan Yudisium juga memberikan apresiasinya kepada mahasiswa terbaik dengan IPK 3, 93 yang diraih oleh Ashari Teguh Wonoto M.AP.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Af. Sigit Rochadi, Msi juga berpesan kepada seluruh peserta yudisium untuk tidak melupakan sejarah. “Tema hari ini yang ingin saya sampaikan adalah Jas Merah, Jas Merah untuk tidak melupakan sejarah dimana ketika anda mempunya harapan untuk menjadi seorang akademisi. Semua tekat itu harus bisa kalian jadikan perubahan dalam hidup anda karena tidak ada perubahan tanpa berubah.” Tuturnya pada 17 Juni 2022 (*TIN)

   
Berita Terbaru
Chat with Us!