LPPM Dorong Dosen Hasilkan Jurnal Internasional Bereputasi

JAKARTA (UNAS) – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nasional (LPPM UNAS) mendorong para dosen untuk bisa melahirkan artikel jurnal internasional bereputasi. Hal ini dilakukan dalam bentuk pelatihan penulisan artikel ilmiah yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas dan mutu dosen di lingkungan UNAS.  Pelatihan ini menghadirkan Sekretaris Jenderal Akademi Ilmuwan Indonesia,  Dr. Berry Juliandi, M.Si. sebagai narasumber.

“Disini kami akan belajar lebih dalam untuk meningkatkan kualitas penulisan artikel ilmiah yang akan diajukan untuk jurnal internasional. Sebenarnya  data penulisan dan penelitian kami cukup banyak tetapi belum semuanya dijadikan tulisan ilmiah, sementara UNAS tiap semesternya memberikan kami peluang untuk membantu penelitian ini,” ujar Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Prof. Dr. Ernawati Sinaga, M.S., Apt. dalam sambutannya, Selasa (18/12).

Untuk meningkatkan kompetensi penulisan itu, lanjutnya, LPPM sudah melangsungkan beberapa kali pelatihan dan mendatangkan narasumber yang kompeten dalam bidang penulisan artikel ilmiah. Dalam pelatihan yang digelar di Ruang LPPM itu, dihadiri oleh dosen UNAS yang berkecimpung dalam bidang pertanian, kesehatan, biologi, farmasi, dan kimia.

“Mudah-mudahan apa yang akan kita lakukan bisa dilanjutkan dan mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan. Kami disini masing-masing sudah memiliki artikel ilmiah jurnal internasional dan tinggal bagaimana kami bisa meningkatkan kualitas dan isi artikel itu melalui pelatihan ini agar bisa publikasi dengan baik,” jelas Erna.

Sementara itu, narasumber dalam pelatihan ini, Dr. Berry Juliandi mengatakan bahwa untuk menulis, para peneliti perlu banyak membaca sehingga dapat melahirkan gagasan-gagasan baru, bereksperimen, memberikan penjelasan, serta  yang terakhir publikasi. Dalam membuat jurnal, tambahnya, peneliti terlebih dahulu harus memahami peraturan-peraturan selama menulis.

“Jadi peneliti harus bisa meyakinkan editor dan memberikan referensi bahwa artikel ilmiah yang ditujukan memenuhi kriteria yang dibutuhkan. Peneliti juga bisa menganalisis dari beberapa contoh jurnal untuk melihat bagaimana penulisnya memberikan kontribusi dalam tulisan mereka,” imbuh Sekretaris Jenderal Akademi Ilmuwan Indonesia itu.

Berry menambahkan, agar artikel ilmiah bisa dipublikasikan, maka terdapat beberapa kriteria yang harus dipemuhi oleh peneliti. Diantaranya adalah penelitian harus didesain dengan baik dan simpel, data yag bagus, menggunakan analisis yang benar dan konsep yang kuat, interpretasi data harus obyektif, penulisan mudah dipahami, dan tidak keluar dari aturan penulisan ilmiah juga terhindar dari plagiat dan manipulasi data.

Menurutnya, sebelum publikasi artikel ilmiah di jurnal internasional, seorang peneliti juga perlu mempertimbangkan kredibilitas jurnal. Hal ini diakibatkan tidak semua pemilik situs jurnal dapat dipercaya. “Peneliti yang ingin publikasi harus hati-hati dan memperhatikan dengan baik jurnal predator. Untuk mengetahui situs jurnal yang kredibel ialah jurnal tersebut sudah terindeks scopus atau terdaftar di scopus,” kata Sekretaris Departemen Biologi FMIPA IPB itu.

Adapun materi yang ditekankan oleh pelatihan ini ialah logical flow, etika publikasi jurnal internasional, struktur penulisan artikel ilmiah, teknik penulisan, strategi submission dan bagimana cara berkomunikasi dengan editor dan peer reviewer.(*NIS)