Lewat SOCIODAY, HIMASOS Bahas Pendidikan Etika Bagi Milenial

JAKARTA – Himpunan Mahasiswa Sosiologi Universitas Nasional (HIMASOS UNAS) kembali melangsungkan SOCIODAY, dalam rangka menyambut mahasiswa baru tahun ajaran 2018/2019, Senin (29/10). Dalam kegiatan itu, HIMASOS turut mengupas tuntas mengenai pendidikan etika bagi milenial, karena sadar akan pentingnya hal tersebut dalam dunia perkuliahan.

Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Sosiologi  Dr. Erna Ermawati Chotim, M.Si., mengatakan, etika merupakan nilai dan norma yang mendasari sikap seseorang, perilaku, yang kemudian tidak akan pernah lepas dari diri seseorang itu. Etika bagian dari norma yang digunakan sebagai pedoman dalam berperilaku di masyarakat yang terkait dengan sifat baik ataupun buruk.

“Dalam kuliah, nilai-nilai etika wajib untuk diterapkan. Kalian harus menjadi mahasiswa yang memilki etika baik, itu akan menjadi poin tambahan kalian dalam nilai sikap dan perilaku. Salah satunya adalah kedisiplinan, baik saat di dalam kelas, di luar kelas, maupun di lingkungan sekitar kampus, kalian harus menunjukkan etika yang baik selama menjadi mahasiswa,” ujarnya.

Lain halnya dengan dosen sosiologi UNAS, Dr. Andi Achdian, M.Si. yang juga menjadi pembicara dalam kegiatan ini. Dalam presentasinya, ia mengatakan bahwa dunia butuh lebih banyak manusia yang memiliki sifat empati, hal ini berkaitan dengan perilaku sosial.

“Berempati berarti kita bisa melihat dari sudut pandang orang lain. Kita bisa merasakan, mendengarkan, dengan kemampuan emosional kita terhadap perasaan orang lain. Jika kita punya banyak pengetahuan dan punya rasa empati, sensitif terhadap apa yang terjadi, punya keperdulian yang tinggi, maka anda akan menjadi orang sosiologi yang baik karena peka terhadap segala masalah sosial dan realitas, ” imbuhnya.

Andi berharap, para mahasiswa sosiologi nantinya dapat membangun kesadaran empati dalam interaksi baik itu dengan teman dan lingkungan sekitar. Menurutnya, dengan adanya rasa empati dan juga etika, seseorang dapat mengamalkan rasa kemanusiaannya menjadi lebih baik. Ia juga menganjurkan kepada mahasiswa untuk lebih banyak membaca buku  dan pahami mempelajari juga teori serta tokoh-tokoh sosiologi, supaya dapat menjadi pembelajaran kedepannya.(*NIS)