Lewat Pengabdian Pada Masyarakat, Dosen FTKI Bangun Website dan E- Commerce Wisata Setu Babakan

Jakarta (UNAS) – Dosen Fakultas Teknologi Komunikasi dan Informatika (FTKI) melakukan pengabdian kepada masyarakat di kampung Setu Babakan pada Jumat-Minggu (26-28/4). Dalam kegiatan ini, para dosen dan mahasiswa berupaya membangun website dan e-commerce terkait dengan wisata khas Setu Babakan guna mempromosikan wisata Setu Babakan sekaligus mengenalkan budaya tradisional betawi kepada masyarakat luas.

“Saat ini belum ada website khusus yang menampilkan profil dari wisata Setu Babakan, sehingga kami tim pengabdian masyarakat mencoba untuk merancang profil sekaligus e-commerce dari Wisata Setu Babakan. Hal ini ditujukkan agar masyarkat Indonesia dan masyarkat mancanegara mengetahui akan keberadaan wisata Setu Babakan dan budaya betawi,” kata Ketua Program Studi Teknik Informatika Nurhayati, S.Si., MTI.

Menurut Nurhayati, keberadaan perkampungan Setu Babakan sebagai tempat wisata belum banyak diketahui oleh masyarakat luar bahkan masyarakat yang tinggal tidak jauh dari lokasi Setu Babakan dan sekitarnya. Hal tersebut, disebabkan belum adanya website yang memperkenalkan wisata Setu Babakan secara lengkap.

“Belum ada website khusus yang menampilkan profil dari wisata Setu Babakan, sehingga belum banyak masyarakat yang mengetahui Setu Babakan. Mereka hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut saja. Proses promosi seperti ini yang mengakibatkan wisata setu babakan ini sepi akan pengunjung dan sebagian besar pengunjung adalah orang yang sudah seringkali mendatangi tempat wisata ini,” pungkas Nurhayati, S.Si., MTI. yang juga Ketua Pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Pembuatan website dan e-commerce dilakukan oleh masyarakat sekitar Setu Babakan dan pengelola wisata kampung Setu Babakan dibantu oleh tim pengabdian pada masyarakat. Proses tersebut dilakukan hingga pada penggunaan dan proses maintenance. Dan nantinya, website tersebut berisi tentang sejarah, suasana maupun kondisi dari tempat Wisata Setu Babakan. Sedangkan, e-commerce akan diperuntukkan untuk masyarakat yang berdagang di Setu Babakan agar pendapatan dari masyarakat di lingkungan tersebut dapat mengalami peningkatan dengan memperluas marketing melalui jaringan e-commerce.

“Dengan adanya website dan e-commerce diharapkan masyarakat luas dapat mengetahui tentang perkampungan Setu Babakan tidak hanya kulinernya namun juga sejarahnya dan dan perekonomian masyarakay dapat meningkat,” tutup Nurhayati. (*DMS)