Lakukan PKM, Prodi Sosiologi Ajak Masyarakat Tajur Halang Olah Limbah Rumah Tangga

Kamaruddin Salim, S.Sos., M.Si.

Jakarta (Unas) – Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nasional (Unas) bekerja sama dengan Yayasan Inspirasi Anak Negeri lakukan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat kepada masyarakat di Tajur Halang, Kabupaten Bogor,  Minggu (14/03). Kegiatan kolaborasi antara mahasiswa dan dosen ini berupa pengolahan limbah minyak rumah tangga menjadi bernilai sosiologis dan ekonomis.

Dosen Prodi Sosiologi yang turut serta dalam kegiatan ini, Kamaruddin Salim, S.Sos., M.Si. mengatakan, konsep dari penelitian dan pengabdian masyarakat ini mencakup pada peningkatan sumber daya masyarakat, yang diimplementasikan pada program ‘Sociology Universitas Nasional Go Green’.

“Melalui program ini kami melakukannya dengan dua aspek yaitu aspek sosiologi visual seperti digital literasi dengan memanfaatkan media informasi yang kita punya, juga dari sisi marketing dengan membantu mensosialisasikan produk mereka yang akan dibuat,” jelas Kamaruddin saat ditemui di ruangannya, Senin (15/03).

Dia melanjutkan, pada awal kegiatan tim peneliti dan pengabdian melakukan pemetakan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat di lokasi. Kemudian merancang kegiatan bersama yang bisa diterima oleh masyarakat dan memungkinkan untuk diimplementasikan. Kegiatan yang dirancang meliputi pembentukkan kelompok bina masyarakat, sosialisasi pengolahan limbah minyak rumah tangga yang dapat diproduksi menjadi barang bernilai ekonomis, praktik pengolahan limbah minyak rumah tangga, dan praktik pemasaran hasil olahan limbah minyak rumah tangga.

“Sebelum diselenggarakannya praktik pengolahan limbah minyak rumah tangga, kami  juga membagikan secara gratis Jerigen dan Corong Jerigen kepada Bapak dan Ibu rumah tangga di kompleks perumahan Tajur Halang Kabupaten Bogor. Disamping itu, tim juga memberikan sosialisasi secara langsung tentang program pengolahan limbah minyak rumah tangga ini,” tuturnya.

Limbah tersebut, lanjut Kamaruddin, rencananya bisa menjadi barang yang dapat disedekahkan untuk pendidikan anak-anak Yatim Dhuafa, menjadi uang kas kelompok masyarakat setempat, menjadi tabungan masing-masing Bapak atau rumah tangga, dan dapat ditukarkan menjadi minyak 2 liter untuk per jerigennya.

Dia berharap, kegiatan ini dapat terus berlanjut mengingat kontribusi terhadap lingkungan perlu terus ditingkatkan. Menurutnya, menjaga kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

“Secara sosiologis, kegiatan ini menjadi sebuah gerakan sosial baru dalam pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan. Kegiatan penelitian dan pengabdian ini sangat diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan dapat berlangsung secara continue,” tutup Kepala Biro Kemahasiswaan Unas itu. (NIS)