Kupas Tuntas Pemikiran Tokoh Sosiologi, HIMASOS Lakukan Diskusi Secara Daring

Jakarta (Unas) – Himpunan Mahasiswa Sosiologi (HIMASOS) Universitas Nasional (Unas) lakukan diskusi secara daring bertajuk Bahas Seputar Sosiologi (BASOLOGI), pada Kamis (15/07). Kegiatan ini bertujuan untuk membahas pemikiran tokoh-tokoh sosiologi serta relevansinya dengan teori-teori modern.

Adapun pembicara dalam kelas pemikiran ini ialah dosen program studi sosiologi Unas yakni Dr. Andi Achdian, M.Si. dengan topik bahasan Karl Marx dan Drs. Khairul Fuad, M.A. dengan topik bahasan Max Weber.

Dalam paparannya, Dr. Andi Achdian, M.Si. mengatakan, pemikiran Karl Marx dalam dunia sosiologi sangat berpengaruh besar sejak abad ke-19 hingga sekarang. Kontribusi yang diberikan oleh sosiolog itu telah diakui di seluruh dunia.

“Marx adalah seorang ilmuwan dan juga aktivis yang memiliki cita-cita mengamati dan mengubah dunia. Banyak karya besarnya yang disumbangkan salah satunya ialah Marxisme sebagai gerakan intelektual dan budaya,” tuturnya.

Dr. Andi Achdian, M.Si.

Andi melanjutkan, Marx dalam teorinya juga menggambarkan mengenai masyarakat komunis yang tidak hanya bekerja dalam struktur pembagian. Menurut Marx, tambahnya, manusia bekrja bukan untuk mencari uang tetapi sebagai penyempurnaan kemanusiaan.

“Jadi dalam teorinya itu manusia mempunyai tujuan hidup bukan hanya mencari kekayaan melainkan pengembangan diri sebagai manusia yang bisa melakukan apa saja. ” paparnya. Marx juga menghasilkan pemikiran masyarakat yang komunis yang mempercai adanya pemerataan ekonomi dan tidak adanya kelas dalam masyarakat.

Sementara itu, Drs. Khairul Fuad, M.A. juga mengatakan, bidang sosiologi merupakan kajian ilmiah yang dikaji dengan tindakan sosial dan harus mencari sebab dari sebuah peristiwa. Menurut Fuad, tindakan sosial sendiri ialah tindakan yang bersifat subjektif dalam segala perilaku manusia.

Drs. Khairul Fuad, M.A.

“Ciri utama dari perilaku dalam tindakan sosial adalah pemaknaan yang bersifat subjektif, mampu mempengaruhi orang lain dan menerima pengaruh dari orang lain. Tindakan sosial juga dilakukan secara sukarela oleh individu sebagai bentuk interpretasi terhadap kenyataan yang terjadi,” jelasnya.

Ia menambahkan, tindakan sosial, etika protestan, dan birokrasi adalah karya seorang sosiolog Max Weber yang diturunkan dari sudut pandangnya tentang apa itu sosiologi, apa objek yang dikaji, dan bagaimana metodenya.

“Tindakan sosial adalah konsep Max Weber tentang kajian sosiologi secara unik melalui verstehen, tentang rasionalitas dan tentang tipe ideal. Sebagai salah satu founding fathers sosiologi, Max Weber memiliki previlege mendapatkan akses terhadap karya sosiolog lainnya seperti Karl Marx,” imbuhnya.

Berlangsung pada pukul 10.00 hingga 12.30 WIB, BASOLOSI Batch 2 ini dimoderatori oleh dosen prodi sosiologi, Ichmi Yani Arinda Rohmah, S.Pd., M.Sosio. Selain diikuti oleh mahasiswa sosiologi, kegiatan ini juga terbuka untuk program studi lainnya. (NIS)