KKI Fasilitasi Mahasiswa yang Ingin Belajar ke Luar Negeri

JAKARTA (UNAS) – Guna memfasilitasi mahasiswa Universitas Nasional (Unas) belajar ke luar negeri, Kantor Kerjasama Internasional (KKI) Unas kembali melangsungkan ‘The Dissemination of Study Abroad Program 2019’  di Aula Unas, Jumat (12/7). Dalam sambutannya, Kepala Biro Kemahasiswaan UNAS, Kamaruddin Salim, S.Sos., M.Si. mengatakan, melalui kegiatan ini mahasiswa bisa diberikan kesempatan menggali informasi mengenai cara belajar ke luar negeri dari perusahaan-perusahaan yang bermitra dengan Unas.

Ini merupakan suatu tantangan bagi mahasiswa untuk bisa mengupgrade kompetisi dirinya dengan belajar ke luar negeri. Belajar ke luar negeri itu sangat kompetitif persaingannya dan tidak semua mahasiswa diterima, jadi lewat kegiatan ini saya harap KKI bisa fasilitasi mahasiswa dan memberikan pembelajaran agar bisa diterima di universitas di luar negeri,” ujarnya. Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa stand perusahaan dan juga presentasi dari Head of Indonesia Office Italia, Romero Sinaga, Manager of AECC Global Jakarta, Yonela Tananda, Hippo Family Club, Ali Syarief, dan Akhil Education Centre Semarang, Eko Wahyudi.

Selain itu, juga diisi sharing pengalaman dan presentasi tentang universitas oleh Vivian selaku mahasiswa dari Guangxi University for Nationalities yang saat ini sedang mengemban studi di Fakultas Bahasa dan Sastra program studi sastra Indonesia Unas, Refanny Flore Andriati Mahasiswa Gyungsung University program studi desain interior, dan Novita Hardeani Sari yang merupakan lulusan Phd dari New Castle University. Dalam presentasinya, Kepala Divisi Kerjasama Luar Negeri UNAS, Dra. M.A. Inez Sapteno mengatakan, mahasiswa perlu belajar di luar negeri mengingat semakin tingginya tantangan pekerjaan saat ini. “Kalau belajar di luar negeri, wawasan mahasiswa juga lebih bagus. Jadi itu bermanfaat karena sudah punya pengalaman yang lebih luas dibandingkan hanya di Indonesia,” katanya.

Ia melanjutkan, UNAS  akan mengirimkan mahasiswa ke universitas yang menjadi mitranya yaitu beberapa universitas di Asia, Eropa, dan Amerika. Menurutnya, hal yang paling penting untuk disiapkan ialah kemampuan berbahasa Inggris dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas 3.5. “Yang paling penting itu sekarang ialah bisa berbahasa Inggris karena dimanapun universitasnya, mahasiswa harus berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Kalau bisa bahasa Inggris juga memudahkan mahasiswa untuk menerima pelajaran dengan baik. Selain itu, syarat lainnya ialah attitude dan aktif di kegiatan organisasi,” jelas Inez. Bagi mahasiswa yang berminat dan ingin mendaftarkan diri, lanjutnya, bisa mengunjungi KKI di Blok I Lantai II Unas.(*NIS)