Ketua PPI UNAS Jadi Narasumber dalam Webinar Green Hajj Lintas Negara

JAKARTA (UNAS) – Ketua Pusat Pengajian Islam (PPI) Universitas Nasional (UNAS), Dr Fachruddin Mangunjaya, menjadi salah satu narasumber dalam acara webinar atau seminar melalui website. Berbicara tentang  Green Hajj atau Haji Ramah Lingkungan, Ia hadir di Jakarta bersama dengan panelis lain di dua negara yaitu Dr Husna Ahmad, di London, dan Imam Saffet Catovic di, Pennsylvania, USA. 

Seminar jarak jauh ini dilakukan Selasa (31/7) diikuti oleh peserta dari berbagai negara yang memonitor secara online dalam waktu yang berbeda beda yaitu jam 7 malam waktu Jakarta, atau pukul 1 siang waktu London dan pukul 7 pagi di USA. Kegiatan ini dipandu oleh Nana Firman, dari  Green Faith yang bermarkas di California.

Dalam Webinar tersebut, Fachruddin mengatakan bahwa pentingnya menerapkan haji yang ramah lingkungan, mengingat banyaknya jamaah haji yang berkunjung ke kota suci pada tahun ini. “Menghijaukan proses haji dan merawat lingkungan merupakan tanggung jawab umat manusia sebagai khalifah di Bumi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada musim haji masalah limbah padat banyak terjadi di kota Mekkah.  Lebih dari 6 juta kilogram sampah diperkirakan akan ditinggalkan oleh para peziarah di kota tersebut. “Berkaca pada musim haji tahun 2010, lebih dari 100 juta botol plastik dibuang oleh para peziarah. Seharusnya selama haji sejumlah besar limbah dihasilkan yang  harus dikumpulkan, ditangani, dan dikelola dengan tepat,” imbuhnya.

Menurut hasil survey yang dilakukannya pada peserta  haji yang transit di Asrama haji, kesadaran jamaah dalam pemakaian plastik dan penghematan air sudah cukup tinggi. “Sekarang tinggal difasiltasi oleh agen atau penyelenggara haji saja,” tuturnya. Ia menyarankan pemerintah komite haji dapat menyediakan peserta haji dengan alat-alat praktik lingkungan seperti gelas dan tas daur ulang. Selain itu, melakukan kampanye guna meningkatkan kesadaran akan penggunaan plastik, energi, dan air untuk para jamaah haji juga penting dilakukan.

Lain hal nya dengan Dr Husna Ahmad. Ia membicarakan betapa pentingnya menjadi seolah muslim menjaga kesalehannya sekaligus membawa misi khalifah sebagai manusia yang selalu membawa perbaikan di bumi. Sementara Nana Firman, diawal pengantar seminar mengetengahkan pentingnya kita mengurangi jejak ekologis, dan hidup berkelanjutan.

Sementara itu, Imam Saffet Catovic, yang akan berhaji pada tahun ini, berkenan pula akan mempraktekkan bagaimana hajinya lebih green, dengan melakukan minimasi pada pola konsumsi. “Dengan konsumsi yang tidak berlebihan, kita dapat menghindar dari sampah yang tidak diperlukan.” ujar Imam Masjid di Pensylvania ini.