Kembangkan Minat Pada Internet Of Things, HIMTI Gelar Workshop

Jakarta (UNAS) – Salah satu bidang keilmuan dan teknologi baru yang saat ini sedang berkembang pesat adalah penggunaan internet dalam segala bidang, atau yang biasa dikenal dengan Internet of Things (IoT). Bidang ini termasuk bidang yang akan dikembangkan pada setiap perguruan tinggi. Terutama perguruan tingggi yang memiliki program studi seperti informatika. Mengingat pentingnya IoT pada era digitaliasi, Fakultas Teknologi Komunikasi dan Informatika melalui Himpunan Mahasiswa Informatika (HIMTI) menyelenggarakan Workshop dengan tema “Make Your Own IoT”, di Ruang Seminar Selasar lantai 3 UNAS, Sabtu/Senin (30-1/3-4).

Ditemui disela-sela acara, Ketua HIMTI Guntur Wicaksono mengatakan bahwa melalui workshop dan sosialisasi terkait IoT ini akan memberikan gambaran pada mahasiswa serta dapat memotivasi mahasiswa untuk mulai merancang peminatan dan konsentrasi pada kajian penelitian di bidang tersebut.

“Workshop yang dilakukan ini merupakan kesempatan baik untuk mensosialisasikan tentang pentingnya IoT saat ini dan sekaligus dapat menemukan bibit-bibit yang memiliki potensi pengembangan pada bidang ini,” ujar Guntur.

Menurut Guntur, pada era 4.0 ini, mahasiswa perlu mengetahui lebih dalam tentang teknologi khususnya IoT. “IoT sangat penting pada era revolusi 4.0 ini, sebab untuk menghadapi tantangan tersebut diperlukan keahlian dalam bidang IoT,” ucapnya.

Pada kegiatan ini mahasiswa membuat aplikasi berbasis internet of things yang dapat memudahkan kinerja manusia dalam kehidupan sehari-hari seperti robotic yang berbasis pada android.

“Kami berharap pada mahasiswa agar dapat memanfaatkan teknologi saat ini dan dapat mengetahui teknologi yang akan datang,” kata mahasiswa FTKI angkatan 2016 itu.

Sementara itu, salah satu peserta workshop Natasia menyatakan, Ia senang dapat mengikuti workhsop ini sebab dapat mengetahui tentang IoT. “Materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan saya dapat mengetahui macam-macam perangkat yang dapat tersambung dengan internet, sehingga apa yang dikerjakan dapat dilakukan hanya dengan smartphone,” pungkasnya. (#DMS)