HIMAKOM Serukan Mahasiswa Berkreasi di Era Digital 4.0

JAKARTA (UNAS) – Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) Universitas Nasional (UNAS) serukan para mahasiswa untuk berkreasi di Era Digial 4.0 melalui seminar nasional. Seminar ini ditujukan untuk mengajak dan mengimbau mahasiswa untuk berinovasi melalui teknologi yang tengah berkembang pesat di masyarakat.

Dalam kegiatan ini, HIMAKOM menghadirkan Kepala Subdirektorat Pembinaan Jabatan Fungsional Bidang Komunikasi Publik Kementrian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO), Dr. Nursodik Gunarjo, M.Si. sebagai  keynote speaker. Juga beberapa pembicara diantaranya Leader Public Relations and Media Relations SHOPEE Aditya Maulana Noverdi, penyiar Bens radio Riandy Rizky, dan producer RTV yang juga dosen FISIP UNAS, Umar Fauzi Bahanan, S.Sos., M.Si.

Dalam sambutannya, Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi UNAS, Yayu Sriwartini, S.Sos., M.Si. mengatakan, saat ini seluruh kegiatan tidak bisa terlepas dari teknologi sehingga mahasiswa perlu berkreasi dalam menyongsong Era Digital 4.0.

“Kita sudah menjadi bagian dari dampak perkembangan teknologi yang pesat sehingga ini menjadi tuntutan tersendiri bagi mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan dan menguasai teknologi. Selain itu, mahasiswa juga perlu pandai memahami dan mengoperasikan teknologi karena kedepannya kita semua akan bersaing di era ini,” jelasnya.

Menurut Nursodik, saat ini budaya partisipasi di era digital telah menjadi bagian dalam kehidupan manusia. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya bisnis besar di dunia yang berbasis teknologi. “Revolusi Industri 4.0 Ini menunjukkan bahwa internet telah menjadi tulang punggung dari kehidupan kita. Dengan internet kita bisa saling berkolaborasi dan berbagi pengalaman sehingga memberikan dampak yang besar untuk membangun masyarakat,” ujarnya.

Hadir sebagai pembicara pertama, Aditya Maulana mengatakan, banyak tantangan dalam menghadapi era digital 4.0, salah satunya ialah tanggung jawab moral kepada masyarakat. Sebagai public relations, ia perlu memahami kemauan khalayak yang memiliki latar belakang yang berbeda. “Buat temen-temen mahasiswa public relations, memahami range masyarakat memang penting, contohnya aja kayak SHOPEE, penggunanya kebanyakan wanita dan milenial, jadi kita harus tau sasaran apa yang tepat kita kasih ke mereka,” imbuhnya.

Ia melanjutkan, industri saat ini sudah berbicara mengenai sharing ekonomi. “Kalau mau bangun citra, bagaimana sih caranya kita bisa menjadi nomor satu diantara pesaing-pesaing lainnya, yang terpenting itu tadi, mengerti apa kemauan target kita, audience kita,” ungkap pria yang pernah menjadi juru bicara presiden RI pada periode 2010-2011 itu.

Tampil dengan latar belakang jurnalis, Umar Fauzi Bahanan juga menyampaikan berbagai macam tantangan di era digital 4.0. Salah satunya ialah jurnalis harus bisa menjadi seseorang yang multitasking, hal ini disebabkan dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin berubah.

“Jadi jurnalis sekarang ini dari mulai shooting, edit video, menulis berita, memotret, sampai dikasih ke editor itu semua dilakukan oleh satu orang. Jaman sekarang jurnalis dituntut untuk bisa multitasking dan melakukan proses peliputan sendiri,” tuturnya.

Menurut pria yang pernah menjadi kameramen ini, melakukan proses peliputan sendiri bukanlah hal yang sulit bagi seorang jurnalis. “Sekarang nggak usah mengandalkan kamera besar juga nggak apa-apa, banyak jurnalis yang liputan cuman pakai kamera handphone dan karena didukung teknologi yang tadi, handphone sekarang sudah semakin canggih bahkan resolusinya banyak yang mau mengalahkan kamera profesional,” kata dia.

Sementara itu, Riandy yang memiliki basic dalam bidang periklanan menuturkan, penting bagi mahasiswa untuk memahami apa kemampuan yang dimilikinya. “Kita harus bisa ngebranding diri kita, contohnya kayak content creator, mereka udah bisa dapet subscribers yang banyak karena mereka tahu, dimana letak kelebihan dirinya, dan itu bisa menghasilikan uang,” jelas pria yang akrab disapa Rian ini.

Didukung dengan perkembagan sosial media yang semakin manjur, menurutnya, mengasah kreativitas merupakan kunci utama keberhasilan seseorang. “Sekarang kan semua orang hampir mengunakan sosmed, sayang banget sih kalau kita nggak manfaatin apa yang ada di sosmed. Jangan cuman jadi konsumen aja, tapi harus lebih open minded, kalau bisa terjun langsung sampai menghasilkan,” tutupnya.

Seminar Nasional ini merupakan rangkaian dari kegiatan Communication Weeks (Commweeks) yang merupakan kegiatan rutin dari HIMAKOM UNAS. Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FISIP UNAS, Aos Yuli Firdaus, S.IP., M.Si, Sekretaris prodi Ilmu Komunikasi yang juga menjadi moderator, Nursatyo, M.Si, dan dosen dilingkungan Ilmu Komunikasi.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh mahasiswa dari FISIP Universitas Pakuan, HIMAKOM Universitas Djuanda, HIMAKOM Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, HUMAS Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Himpunan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta, dan HIMAKOM Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka.(#NIS)