Dr. Fachruddin Mangunjaya, M.Si., Meluncurkan Buku “Generasi Terakhir”

Jakarta (UNAS) – Isu permasalahan lingkungan sudah semakin serius dan perlu perhatian karena kualitas lingkungan akan memengaruhi kualitas hidup manusia secara langsung. Setidaknya sudah tercatat 372 bencana alam yang terjadi di wilayah Indonesia sejak awal tahun 2021, dilansir dari laman MediaIndonesia.

Dosen Pascasarjana Magister Biologi Universitas Nasional Dr. Fachruddin Mangunjaya, M.Si., yang juga salah satu aktivis lingkungan terkemuka di dunia Muslim akan segera menerbitkan buku yang berjudul “Generasi Terakhir”. Buku yang diterbitkan oleh LP3ES (Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial) ini membahas mengenai isu lingkungan dengan pandangan agama Islam.

Fachruddin berkesempatan untuk bercerita mengenai bukunya dalam diskusi yang diselenggarakan oleh LP3ES pada hari Sabtu (5/6) secara daring dengan topik Kerusakan Lingkungan dan Kemunduran Demokrasi yang mana bisa saling berhubungan. Ia terdorong menulis buku ini setelah melihat fenomena perubahan lingkungan yang sangat drastis di kota kelahirannya, Kalimantan.

Dr. Fachruddin Mangunjaya, M.Si.,

Generasi Terakhir diambil dari pidato Sekjen PBB Antonio Guterres tahun 2018/2019. Fachruddin mengutip dari pidato tersebut, “kita adalah generasi terakhir yang dapat mencegah kerusakan yang tidak dapat diperbaiki pada planet kita. Dia juga memperingatkan pertemuan itu dalam sambutan pembukaannya, menekankan bahwa hanya 11 tahun yang tersisa untuk mencegah bencana,” ujarnya yang juga selaku Ketua Pusat Pengajian Islam Universitas Nasional.

Dalam bukunya, Fachruddin menyoroti bagaimana Islam sebagai agama dapat memberikan kontribusi yang besar apabila umatnya memperhatikan teks dan konteks mengenai lingkungan. “Jadi saya mulai dari satu bab yang membahas tentang sains Islam. Kenapa demikian, karena alam adalah ciptaan Tuhan dan ayat yang ditulis itu tidak sekedar teks. Tetapi di dalam Al-Quran dikatakan bahwa semester ini adalah ayat, the sign on earth,” jelasnya.

Selain itu, juga ada pidato Pangeran Charles pada tahun 2010 tentang Islam & Environment yang Fachruddin gambarkan secara jelas di dalam bukunya. Ia berkata, “Al-Quran sangat eksplisit menggambarkan alam diciptakan memiliki ‘kejelasan’. Jadi Tuhan menciptakan alam itu tidak main-main,” lalu ia melanjutkan, “Tapi kemudian manusialah yang diutus untuk mengelola alam dengan baik. Itu sebenarnya kita diminta untuk berlomba-lomba di dalam membuat kebaikan,” jelas Fachruddin.

Buku yang akan segera dirilis ini juga ditujukan untuk melatih para ustad di bawah naungan Fachruddin dalam penyampaian terkait literasi masalah lingkungan dari sudut pandang agama Islam. Fachruddin juga banyak bercerita mengenai pergerakannya seperti Islamic Declaration on Global Climate Change yang mana hal ini sangat penting ketika media kurang meliput hal-hal seperti ini. (*ARS)