Dosen Ilmu Komunikasi : Jurnalis Punya Tantangan Besar di Era Normal Baru

Jakarta (Unas) – Pandemi Covid-19 memberikan dampak bagi dunia jurnalisme. Kondisi ini menghadirkan tantangan bagi para jurnalis untuk bisa beradaptasi dalam kondisi ‘normal baru’. Mulai dari pola kerja hingga peliputan yang perlu memerhatikan protokol kesehatan.

Dosen prodi Ilmu Komunikasi Universitas Nasional (Unas), Umar Fauzi Bahanan, S.Sos., M.Si. menilai,  tantangan jurnalis di era normal baru salah satunya ialah adanya kebijakan bekerja dari rumah atau work from home. Hal ini memberikan dampak pada aktivitas wartawan yang biasanya bekerja di lapangan.

“Ada wartawan yang tidak meliput di lapangan dan diharuskan menulis berita dari rumah lalu mengirimkannaya ke editor. Ada juga wartawan televisi atau radio yang harus dubbing suara dari rumah, ini menjadi hal yang berbeda dari pola kerja mereka,” jelasnya dalam webinar forum diskusi komunikasi, Kamis (23/07).

Umar menambahkan, meski tidak semua wartawan bekerja dari rumah, beberapa wartawan juga tetap melakukan peliputan di lapangan layaknya reporter televisi. “Ini menjadi hal yang baru ya bagi wartawan televisi dimana mereka harus membawakan berita dengan menggunakan masker dan memperhatikan protokol kesehatan,” jelas producer berita di salah satu televisi itu.

Oleh sebab itu, lanjut Umar, hal ini menjadi tantangan bagi wartawan untuk bisa melakukan peliputan dengan baik dan juga melindungi diri pada saat yang bersamaan. Tak hanya itu, kegiatan wawancara dengan narasumber pun dibatasi untuk mengurangi kontak fisik.

Menurut Umar, disamping dampak dan tantangan peliputan yang mengharuskan para jurnalis untuk bekerja ekstra, era normal baru juga menghadirkan dampak positif bagi praktik jurnalisme. “Sekarang semuanya jadi serba daring, orang-orang jadi lebih melek teknologi. Praktik peliputan bisa digunakan hanya dengan menggunakan handphone,” jelasnya.

Pernyataan tersebut juga didukung oleh Kepala prodi Ilmu Komunikasi Unas, Drs. Adi Prakosa, M.Si. yang mengatakan, masa pandemi Covid-19 memberikan dampak bagi penggunakaan teknologi komunikasi di era digital.

“Situasi ini membuat kita harus melakukan penyesuaian dengan teknologi daring. Pandemi ini juga mendesak para jurnalis untuk terus berpikir melakukan kreatifitas. Misalnya membuat konten yang menarik tentang Covid-19,” jelasnya.

Webinar forum diskusi komunikasi ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh dosen di lingkup prodi Ilmu Komunikasi. Diskusi ini mengangkat tema ‘Eksistensi Jurnalisme di Era Normal Baru: Antara Tantangan & Harapan’ dan diikuti oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi dari beberapa angkatan. (NIS)