Dosen HI UNAS: Penting Bagi KTT G20 Bali untuk Melahirkan Komitmen Stabilitas Global

Bagikan Artikel

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Jakarta (UNAS) – Dosen Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nasional, Robi Nurhadi.,Ph.D.,  menegaskan, bahwa perhelatan besar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada pertengahan November 2022 dituntut untuk menghasilkan langkah besar yang mampu memulihkan keadaan dunia saat ini. Menurutnya, hasil terpenting yang diharapkan dari KTT G20 Bali adalah lahirnya komitmen stabilitas global.

 Robi Nurhadi.,Ph.D.,  yang juga merupakan Kepala Pusat Penelitian Pascasarajana UNAS ini menerangkan, bahwa pandemi COVID-19, perang Ukraina-Rusia yang belum usai, hingga isu perubahan iklim telah mendorong terciptanya krisis pangan dan juga ekonomi. Menurutnya, saat ini kita semua sedang berada dalam ketidakpastian global.

“Peradamaian global saat ini terancam. Oleh karena itu, kita harus bergerak ke arah pemulihan global yang nyata”, ujarnya.

 Dr. Robi lantas mendorong agar semua negara bisa turun-tangan. Meskipun negara-negara G20 memiliki posisi yang penting dalam memulihkan keadaan dunia, namun hal yang tidak kalah penting adalah jika semua negara mampu untuk berperan. Sehingga, hal ini dapat memperkecil celah kerawanan untuk kembali masuk dalam situasi dunia yang sulit. Untuk itu, Robi menambahkan, hasil terpenting yang diharapkan dari G20 di Bali adalah lahirnya komitmen stabilitas global.

“Kita memang tidak sedang berada pada masa pasca Perang Dunia II, tapi situasi dampaknya hampir sama. Maka, anggaplah Bali ini seperti Bretton Wood-nya Amerika, di mana dulu para pemenang perang berkumpul untuk menata dunia baru. Tapi tentu, tatanan barunya harus lebih seimbang, kolaboratif, dan damai”, kata mantan Tim Ahli Menpan RB tersebut.

Dr. Robi berharap, agar semua pihak mendorong terbangunnya dunia yang tenang dan damai. Mantan Tim Penjamin Kualitas Reformasi Birokrasi Nasional tersebut meyakini, bahwa pemulihan yang kuat harus dimulai dari ketenangan.

“Dari ketenangan, ekonomi kita bisa kembali tumbuh. Dan ini semua bukan tanggungjawab segelintir orang, melainkan semua. Termasuk masyarakat. Dan itu adalah kita semua”, ujarnya.

Sebagai informasi, KTT G20 adalah pertemuan puncak yang dihadiri oleh seluruh Kepala Pemerintahan/Negara anggota G20. Adapun G20 atau Group of 20 merupakan forum kerja sama multilateral yang beranggotakan 19 negara dan Uni Eropa. KTT G20 kemudian menjadi salah satu forum internasional yang paling berpengaruh di dunia, karena para anggotanya mewakili lebih dari dua per tiga penduduk dunia.(UMAIR)

Berita Terbaru
Chat with Us!