Dipaparkan di COP 27 Mesir, Ekopesantren Tawarkan Solusi Peran Pesantren dalam Mengatasi Perubahan Iklim

Jakarta (UNAS) – Program Ekopesantren berhasil dipaparkan dalam rangkaian acara Conference of Parties (COP) 27, konferensi iklim global. Bertempat di Sharm El Shaikh, Mesir, program yang diluncurkan oleh Pusat Pengajian Islam (PPI) Universitas Nasional (UNAS) ini menawarkan solusi peran pesantren dalam menghadapi perubahan iklim di arena internasional pada Kamis, 17 November 2022.

 Chairman Center of Islamic Studies UNAS, Dr. Fachruddin Mangunjaya selaku pembicara dan pemberi materi menyampaikan, bahwa inisiatif munculnya program Ekopesantren dimulai setelah dirinya melakukan sebuah penelitian mengenai bagaimana sesungguhnya sikap dan pengetahuan para santri di pesantren terkait isu perubahan iklim. Hasilnya, 50 persen dari mereka ingin mampu berkontribusi dalam mengatasi isu tersebut. Sementara lebih dari 60 persen ingin memperbaiki kondisi perubahan iklim jika difasilitasi. Sehingga, Dr. Fachruddin menerangkan, munculnya sebuah ide program yang dinamakan Ekopesantren.

 Chairman Center of Islamic Studies UNAS, Dr. Fachruddin Mangunjaya, saat memberikan materinya program Ekopensantren di COP 27 Mesir.  

“Ekopesantren lahir sebagai sebuah strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam tentang lingkungan, khususnya di komunitas pondok pesantren, serta berkontribusi dalam mengatasi perubahan iklim dan krisis lingkungan,” ujarnya.

Dr. Fachruddin menambahkan, program Ekopensantren menjadi semakin penting dan menarik karena pada tahun 2019, terdapat sebuah acara bernama Islamic Conference of Environment Ministers di Rabat, di mana pada saat itu, sebanyak total 57 negara Islam mendeklarasikan sebuah strategi mengenai peran agama dalam melindungi lingkungan, guna mencapai pembangunan yang berkelanjutan. Sehingga, program Ekopesantren kemudian muncul dengan tujuan untuk mensinergikan antara ajaran agama Islam dan ilmu pengetahuan (science) mengenai alam dan lingkungan. Hal ini sekaligus untuk menjawab tantangan yang dihadapi dunia Islam dan Indonesia pada saat ini, seperti isu kerusakan lingkungan dan perubahan iklim.

“Melalui program Ekopesantren, diharapkan akan tumbuh generasi muda muslim yang beriman, tangguh serta mempunyai kemampuan untuk mewujudkan risalah Islam yang membawa rahmat bagi semesta alam”, kata Dr. Fachruddin.

Di Indonesia sendiri, pondok pesantren memiliki jumlah yang sangat besar, sekitar 27 ribu pesantren dengan total santri sekitar 5juta orang. Sementara hingga saat ini, Dr. Fachruddin menjelaskan, peserta dari Ekopesantren sendiri sudah bejumlah total 50 pesantren. Semuanya tersebar di beberapa wilayah Indonesia, yaitu pulau Sumatera sebanyak 10 pesantren, Banten-DKI Jakarta 10 pesantren, Jawa Barat 10 pesantren, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta 10 pesantren, serta Jawa Timur dan Madura sebanyak 10 pesantren. Program Ekopesantren semakin menarik karena dilaksanakan melalui pendidikan dan pelatihan, seminar, serta penilaian mandiri (web-tracking) untuk membangun komunitas pondok pesantren hijau, mandiri, dan ramah lingkungan.

“Total, terdapat 25ribu hingga 50ribu santri yang mengikuti program ini”, ujarnya. 

Sebagai informasi, pemaparan program Ekopesanten berjudul Ekopesantren Program for Climate Change Actions ini dilakukan di Pavilion Indonesia, pada Kamis, 17 November 2022, pukul 05.10-06.30 Waktu Sharm el Shaikh. Adapun narasumber lain yang ikut dalam acara yaitu Dr. Hayu Prabowo dari MUI, Hening Parlan dari Aisyah Muhammadiyah dan Janes Sinaga dari Perkumpulan Elang. (Umair)

Bagikan :

Info Mahasiswa

Related Post

Eko pesantren : Inilah Para Pemenang Program Ekopesantren 2024, PPI UNAS Lakukan Web Tracking Aksi Lingkungan Hidup Untuk Pesantren Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan
Program Doktor Ilmu Politik UNAS Gelar Diskusi Publik: "Demokrasi Cukong dalam Kajian Teoritis dan Realitas Empiris"
Latih Pertolongan Pertama Pada Pasien, FIKES Adakan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar
VIRTUAL FTKI EXPO 2021
Bakti Sosial Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi
PPI Selenggarakan Workshop Pendidikan Lingkungan Hidup untuk Kalangan Pesantren di Riau

Kategori Artikel

Berita Terbaru

Jadwal pelaksanaan PLBA T.A 2025/2026

Hari : RABU

SESI : 1

Tanggal : 24 September 2025

Pukul : 07.00 – 12.00 WIB

Auditorium Universitas Nasional

FAKULTAS

  1. FISIP
  2. FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA
  3. FAKULTAS TEKNIK DAN SAINS
  4. FAKULTAS TEKNOLOGI  KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

SESI : 2

Pukul : 13.00 – 16.00 WIB

Tempat : Auditorium Universitas Nasional

FAKULTAS

  1. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
  2. FAKULTAS HUKUM
  3. FAKULTAS ILMU KESEHATAN
  4. FAKULTAS BIOLOGI DAN PERTANIAN

Tempat : Auditorium Universitas Nasional

Hari : Kamis

Tanggal 25 September 2025

Pukul : 07.00 – 16.00 WIB

  1. FISIP
  2. FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA
  3. FAKULTAS TEKNIK DAN SAINS
  4. FAKULTAS TEKNOLOGI  KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
  5. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
  6. FAKULTAS HUKUM
  7. FAKULTAS ILMU KESEHATAN
  8. FAKULTAS BIOLOGI DAN PERTANIAN

Tempat : Auditorium Universitas Nasional