“Digital Marketing” Jurus Jitu Pasarkan Produk dan Jasa di masa New Normal

Jakarta (Unas) – Kemajuan teknologi yang serba digital membuat strategi marketing kian berkembang. Telebih memasuki era new normal, pemasaran kini tak lagi mengandalkan cara konvensional, melainkan memaksimalkan dunia internet. Hal ini bisa menimbulkan efek yang panjang mengingat belum dipastikan kapan kondisi ini akan berakhir.

Adanya situasi tersebut membuat pelaku usaha menggunakan istilah digital marketing untuk memasarkan sebuah produk mengingat ini merupakan salah satu cara efektif untuk menjangkau konsumen. 

Joko Ristono, S.T

Menurut Trainer and Consultant Customer Relationship Management (CRM) Joko Ristono, S.T., banyak pelaku usaha yang belum memaksimalkan konsep digital marketing ini. Bahkan, beberapa diantaranya masih gagap dalam menggunakan pemasaran baru tersebut.

“Atas dasar itulah, orang penting perduli kondisi saat ini dengan memahami kiat-kiat  digital marketing mengingat dalam era new normal hampir seluruh aktivitas jual beli menggunakan media internet,” ujarnya dalam webinar program studi pasca sarjana Ilmu Manajemen Universitas Nasional (Unas) bertajuk ‘Eksistensi Digital Marketing di Era New Normal’, Sabtu (29/08).

Joko menambahkan, digital marketing sendiri merupakan aktivitas atau kegiatan pemasaran dan penjualan dengan serangkaian cara dan teknik yang menggunakan media digital dengan tujuan mendapatkan traffic, data dan customer. “Ini adalah sebuah trend yang ada dan semua pelaku usaha harus bisa beradaptasi jika tak ingin tertinggal,” lanjutnya.

Sementara itu, kata Joko, terdapat beberapa manfaat dari adanya digital marketing yakni bisa menjangkau konsumen secara luas dan banyak, dapat mengenalkan suatu produk secara lebih  cepat, membangun database market, dan bisa lebih mudah menganalisa pasar secara efektif dan efisien.

“Adanya digital marketing juga bisa menghemat biaya dan memperoleh biaya iklan lebih murah serta omzet yang naik berkali kali lipat karena potensi pasar yang lebih luas,” tutur pria yang hobi menulis itu.

Dr. Andini Nurwulandari, S.E., M.M.

Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Pasca Sarjana Ilmu Manajemen Unas, Dr. Andini Nurwulandari, S.E., M.M. mengatakan, konsep digital marketing penting dipelajari mengingat hal ini sangat relevan dengan kondisi sekarang.

“Sekarang kita bisa lihat sendiri dari kegiatan belanja online, sudah lebih maju dibandingkan belanja secara konvensional. Perkembangan internet yang membuat kita mudah untuk melakukan transaksi online tersebut, makanya penting untuk lebih dalam paham soal digital marketing,” katanya dalam webinar.

Dalam kesempatan yang sama, COO of Youth Ranger Indonesia, Galih Mandala Putra mengatakan, dalam melakukan digital marketing, pelaku usaha perlu memikirkan konten yang menarik dan tepat sasaran. Menurutnya, konten adalah sebuah kunci sukses pemasaran dalam dunia digital.

Galih Mandala Putra

“Ada istilahnya, content is the key. Kalau kontennya saja sudah nggak menarik, mau strategi digitalnya sebagus apapun pasti nggak dilirik konsumen. Sementara konten di sosial media itu visual yang paling bagus untuk menarik konsumen, kita bisa menfaatin konten foto, konten video,” jelas content creator lulusan salah satu universitas di Bandung itu.

Galih melanjutkan, terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membuat konten menarik, yakni, tentukan tema atau kategori konten yang akan dibuat, di samping itu, buat semenarik mungkin profil pribadi yang kita punya. Lalu hadirkan konten menarik dengan membuat rencana konten dan cari inspirasi untuk membuat konten atau caption dari influencer lain.

“Selanjutnya adalah persiapkan peralatan yang mendukung untuk membuat konten, tingkatkan pekerjaan dengan mendaftar pada influencer platform atau management dan berkolaborasi, ikuti workshop atau seminar mengenai content creator, dan trakhir paling penting tapi sulit ialah konsisten dan tanggung jawab,” katanya.

Founder Mandala’s Art itu menyangkal, ada mitos yang mengatakan bahwa dalam memulai bisnis dengan digital marketing itu harus pintar. Faktanya, hal yang paling penting adalah adanya kemauan dan keberanian, belajar dan latihan, ide yang cemerlang, bisa berkolaborasi, serta perbanyak chanel dan relasi. (NIS)