Cegah Penyakit Demam Berdarah Di Tengah Pandemi, UNAS Lakukan Fogging Di Area Kampus

Jakarta (UNAS) –  Di tengah pandemi covid-19, kasus Demam Berdarah Dengue  (DBD) mengalami kenaikan di Indonesia. Menurut catatan Kementerian Kesehatan, kasus DBD mencapai 700 ribu yang tersebar di 465 wilayah administrasi di tingkat kabupaten dan kota mengakibatkan jumlah kematian hampir 500 jiwa. Sadar akan hal itu, Universitas Nasional melakukan pencegahan penyakit demam berdarah dengue dengan pengasapan fogging di area kampus pada Minggu (26/7).

“Di tengah pandemi Covid-19, penyakit demam berdarah juga mengalami peningkatan kasus, oleh karena itu Unas melakukan fogging di seluruh area kampus mengingat demam berdarah merupakan penyakit yang sampai sekarang juga belum ada obatnya,” ujar Staf Biro Administrasi Umum (BAU) Rahmat Kurniady.

Sasaran pengasapan fogging yaitu saluran air dan tempat-tempat bersarangnya nyamuk, begitu pula sudut area kampus. Fogging ini juga dilakukan di tiga kampus yaitu kampus pusat pejaten, kampus pusat laboratorium bambu kuning dan kampus sekolah pascasarjana Ragunan.

“Hal ini dilakukan sebagai bentuk upaya antisipasi lanjutan Universitas Nasional dimana ruang publik yang banyak terdapat aktivitas orang semestinya mendapat sterilisasi dari potensi paparan virus dan penyakit demam berdarah,” ucapnya.

Sebelumnya, Universitas Nasional juga telah melakukan penyemprotan desinfektan dan fogging pada tanggal 21, 22, 25 Maret dan 18 Juli 2020.  fogging sendiri dilakukan secara berkala setiap enam bulan sekali di lingkungan kampus untuk menjamin kesehatan seluruh sivitas akademika Unas. 

“Harapannya agar pimpinan, karyawan, mahasiswa terbebas dari penyakit demam berdarah dan juga virus Covid-19 sehingga aktivitas kampus berjalan dengan aman,” tuturnya. (*DMS)