BP-Pro Unas Ajak PT SNU Gelar Training Fire Risk Assessment Secara Online

Jakarta (Unas) – Badan Pengembangan Profesi Universitas Nasional (BP-Pro Unas) kembali menggandeng PT Satya Naratama Upasama (PT SNU) untuk menggelar pelatihan Fire Risk Assessment secara daring melalui apliaksi Zoom Meeting. Pelatihan ini  merupakan yang kedua kalinya dilakukan oleh BP-Pro UNAS, yang sebelumnya melakukan pelatihan Manajemen Risiko K3 pada bulan lalu, dan sukses diselenggarakan bersama-sama.

Kegiataan pelatihan daring Fire Risk Assesment ini merupakan kelanjutan program kerjasama antara PB-Pro UNAS dan PT SNU, namun perberdaannya adalah waktu pelatihan Fire Risk Assessment bersifat penanganan kebakaran, yang menitik beratkan pada pencegahan kebakaran,identifikasi potensi bahaya kebakaran dan hal-hal yang berurusan tentang kebakaran.

Yanto Purwono

Dalam pelatihan kali ini diisi oleh seorang Ahli K3 Umum sekaligus trainer,  yaitu Yanto Purwono. Dengan jejak rekam yang mumpuni dan kompeten di bidangnya, BP-Pro Unas dan PT SNU mempercayakan pelatihan Fire Risk Assessment ini untuk diis oleh Yanto Purwono sebagai pemateri tunggal. Terbukti, sebanyak 56 peserta yang mengikuti pelatihan tersebut sangat antusias mengikuti jalannya pelatihan hingga selesai. Pelatihan itu sendiri dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2021 yang dimulai pada pukul 13.00 – 16.00 WIB.

Tidak ada kendala yang berarti dalam penyelenggaraan itu, peserta yang terdiri dari praktisi di berbagai perusahaan itu bahkan terlihat sangat aktif berdiskusi hingga beberapa penanya pada diskusi tersebut terpakasa tidak terfasilitasi dengan alasan waktu yang tidak mencukupi.

Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala BP-Pro Unas, Prof. Dr. Adjat Daradjat, M.Si. juga mengatakan, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan alumni pelatihan yang kompeten dalam penanganan kebakaran.

“Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat dan melahirkan alumni pelatihan yang berkompeten dengan kemampuan mengaplikasikan materi pelatihan dalam pekerjaan masing-masing, juga kehidupan sehari-hari,” imbuhnya. Ia juga turut mengapresiasi para peserta yang berperan aktif selama pelatihan berlangsung.

Sebagai program kerjasama lanjutan antara BP-Pro Unas dan PT SNU, pelatihan ini kedua kalinya dilaksanakan setelah Manajemen Risiko K3 yang digelar pada tanggal 19 Juni 2021. Kedua kegiatan tersebut masih berkesinambungan. Perbedaannya, pelatihan Fire Risk Assessment ini lebih spesifik membahas penanganan kebakaran. Dalam hal ini pencegahan terjadinya kebakaran, identifikasi potensi bahaya kebakaran, dan lain-lain.

Namun secara keseluruhan, pelatihan tersebut berjalan sukses dan diharapkan mampu melahirkan alumni pelatihan yang kompeten dengan kemampuan mengaplikasikan materi pelatihan dalam pekerjaann masing-masing bahkan di dalam kehidupan sehari-hari. (NIS)