AKPARNAS Jajaki Kerjasama dengan LSP Pariwisata Archipelago

JAKARTA – Dalam rangka mencetak lulusan yang kompeten, Akademi Pariwisata Nasional (AKPARNAS) Universitas Nasional (UNAS) melangsungkan pertemuan dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Archipelago, guna mengadakan kerjasama, pada Selasa, (20/02). Bertempat di ruang rapat AKPARNAS Blok III Lantai I UNAS, pertemuan ini dihadiri oleh Direktur LSP Pariwisata Archipelago, Rachmad Sugiyanto, S.St.PAR. MBA.

“Posisi AKPARNAS saat ini sedang membenahi diri, inilah suatu kesempatan kita untuk membangkitkan AKPARNAS sebagai langkah pijakan kedepan yang lebih baik. AKPARNAS ingin tampil kedepan sebagai institusi pendidikan yang memikiliki kualifikasi yang baik,” ujar Direktur AKPARNAS, Eddy Guridno, S.E., M.Si.M., dalam sambutannya.

Oleh karena itu, lanjut Eddy, AKPARNAS harus memiliki identitas diri yang kuat salah satunya adalah semua lulusan harus memiliki sertifikasi profesi berlogo garuda. Ia berharap, semua bentuk kerjasama AKPARNAS bisa disahkan sehingga AKPARNAS dapat mencuat untuk kedepannya.

Pernyataan itu didukung oleh Kepala Badan Pengembangan Profesi (BP-Pro) UNAS, Dr. Adjat Daradjat, M.Si. Ia mengatakan, UNAS membentuk BP-Pro untuk menjembatani lembaga pelatihan dengan LSP, yang nantinya pula akan membentuk kerjasama melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

“Jadi mahasiswa yang kita didik, saat lulus nantinya disamping mendapatkan ijazah tetapi juga sertifikasi kompetensi yang disesuaikan dengan kemampuannya. Intinya kita memiliki dua misi yaitu bagaimana mensertifikasi dan menghasilkan lulusan yang kompeten serta menjual jasa kepada orang luar, para pencari kerja, maupun yang sudah bekerja di hotel tetapi belom tersertifikasi, seolah olah mereka mengikuti bimbingan belajar sebelum asesmen,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur LSP Pariwisata Archipelago, Rachmad Sugiyanto, S.St.PAR. MBA. dalam presentasinya menjelaskan bahwa dalam pedoman Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), setiap tenaga kerja yang bekerja dibidangnya harus memiliki sertifikat kompetensi yang telah diuji, baik tenaga kerja yang mendapatkan sertifikat baru maupun pengakuan kompetensi terkini para tenaga kerja tersebut.

“Tenaga kerja yang akan disertifikasi adalah tenaga kerja yang berada dibidang Pariwisata diseluruh sektor, dan bagi yang sertifikasinya telah habis masa berlakunya akan diperpanjang pengakuan kompetensinya. Selain itu, calon tenaga kerja yang akan disertifikasi adalah calon tenaga kerja yang berkerja dibidang Pariwisata diseluruh sektor baik untuk konsumsi dalam negeri maupun luar negeri,” tandasnya.

Rachmad menambahkan, jenis kompetensi yang diujikan sudah disahkan oleh kementrian tenaga kerja dengan standar ASEAN, dengan hasil yang akan dicapai apabila tersertifikasi adalah sertifikat dari badan nasional sertifikasi profesi. Dalam hal ini, LSP Pariwisata menjamin sumber daya manusia di Indonesia yang kompeten dan profesional.

Pertemuan ini diakhiri dengan ini suvei lokasi untuk meninjau lokasi yang akan digunakan sebagai tempat uji kompetensi (TUK), diantaranya model room, front office, restaurant and bar, F & B, dan kitchen and pastry.

Turut hadir dalam pertemuan ini dosen tetap AKPARNAS, Drs. Syarif Nur Bienardi, M.M., Studi Pelatihan dan pengembangan pariwisata Ardi Mularsari, S.Pd., M.Pd., Kepala Unit Penjaminan Mutu AKPARNAS, B. Syarifuddin Latif, S.H., M.H., Kepala Laboratorium, Dra. Nindianing P Asri M.Par., dan Drs. Hartono Singgih, M.M., Pengelola program IT AKPARNAS, Anisa Putri K, SST.Par., M.M., Iyan Supiyan, S.E., M.M., dan Sekretaris Prodi dan Ketua Tim Marketing dan Kerjasama AKPARNAS,  Jodi Cahyo Sriyono, S.E., M.M.,(*NIS).