Adakan Joint Lecturing Program, UNAS dengan Kyungpook National University Tandatangani LoI

JAKARTA (UNAS) – Universitas Nasional kembali kedatangan tamu. Kali ini, yang datang adalah delegasi dari Kyungpook National University (KNU) Korea Selatan. KNU adalah salah satu univesitas negeri di Korea yang memiliki lebih dari 100 program studi. Kedatangan KNU ke UNAS adalah untuk melakukan penandatangan kerjasama Letter of Intent (LoI) dengan Fakultas Sastra  untuk mengadakan Joint Lecturing Program.

Delegasi yang dipimpin oleh Prof. Nam Kwon-Heui dari program studi Ilmu perpustakaan dan Informasi Fakultas Ilmu Sosial, KNU ini terdiri dari 7 orang mahasiswa tingkat S2 dan S3. Salah satunya adalah seorang biksu yang sedang menempuh kuliah di KNU. Seluruh delegasi tersebut diterima oleh Direktur Kantor Kerjasama Internasional, Dr. J Sugarjito bersama pimpinan fakultas.

Penandatanganan kerjasama LoI ini dilakukan oleh Prof. Nam Known-Heui dari KNU dengan Dekan Fakultas Sastra, Drs. Somadi M.Pd dan turut disaksikan oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Dra. Truly Wangsalegawa, M.A., M.Ed., Ph.D bersama para Kepala Program Studi FISIP dan Fakultas Sastra Universitas Nasional.

‘’Kerjasama antara keduanya ini dalam bidang Joint Lecturing Program atau program pembelajaran bersama. Kunjungan delegasi KNU kali ini untuk mendapatkan materi pembelajaran tentang Borobudur, baik dari sisi sejarah, arkeologi  maupun arsitekturnya. Semester mendatang, UNAS akan melakukan kunjungan balasan ke Korea Selatan dan mendapatkan pembelajaran tentang tema yang diinginkan,’’ papar Kepala Divisi Kerjasama Luar Negeri Kantor Kerjasama Internasional Universitas Nasional, Dra. M.A Inez Saptenno, Selasa (30/1).

Kunjungan delegasi KNU berlangsung sejak 28 Januari – 3 Februari 2018. Setelah diterima oleh UNAS pada Senin (29/1), delegasi KNU akan langsung ke Magelang dan Yogyakarta, Jawa Tengah untuk mengujungi dan mempelajari tentang Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Nantinya, pada Jumat (2/2) delegasi tersebut akan kembali ke Universitas Nasional untuk mendapatkan materi pembelajaran dari para ahli arkeologi dan arsitektur candi di Gedung Menara UNAS, Ragunan. Untuk itu, Universitas Nasional akan mendatangkan ahli arkeologi dari Universitas Indonesia dan perwakilan Badan Konservasi Borobudur serta ahli arsitek, sebagai pemateri pada sesi Joint Lecturing Program tersebut.  

Inez berharap, kerjasama ini dapat memperluas jaringan kerjasama Intenasional yang dimiliki oleh Universitas Nasional. Selain itu, kedua insitusi dapat memperoleh manfaat dari kerjasama tersebut, khususnya dalam pertukaran materi pembelajaran dan kerjasama lain yang dapat dijajaki dalam LoI tersebut. ‘’Tidak menutup kemungkinan kerjasama ini dapat dikembangkan dan ditingkatkan ke depannya, tidak hanya dengan Fakultas Sastra, namun juga membuka kesempatan dengan Fakultas lainnya,’’ ungkap Inez.

Dekan Sastra, Somadi menambahkan, kerjasama dengan universitas di Korea membuka kesempatan untuk saling melengkapi satu sama lain. Khususnya, terkait kekurangan dosen untuk Sastra Korea. ‘’Kami membutuhkan dosen lulusan S2 Sastra Korea untuk mengajar Sastra Korea UNAS. Kami berharap, dengan adanya kerjasama ini, KNU dapat mengirimkan dosen untuk mengajar bahasa Korea. Karena mahasiswa yang berminat untuk mempelajari Korea saat ini sangat banyak di UNAS,’’ ungkap Somadi. (*Mth)