Generasi X Eco Power Booster Siap Dipasarkan

Jakarta  [UNAS] – Sifat pantang menyerah dan selalu mencoba, mungkin inilah yang dilakukan Eddy Arifindalam menyempurnakan Eco Power Booster. Memasuki generasi ke 10 (sepuluh), Eco Power Booster (EPB) yang merupakan alat untuk menghemat bahan bakar berbahan dasar air ini tampil semakin ramping dan modern.

Eco power booster sendiri diciptakan oleh Fakultas Teknik dan Sains (FTS), Universitas Nasional (UNAS) yang memanfaatkan hidrogen  untuk menghemat bahan bakar. Menurut penemunya, Eddy Arifin, pada generasi terbaru ini eco power booster ini memiliki daya hemat bahan bakar yang lebih canggih karena ia berhasil membuat EPB menghasilkan hidrogen alpha yang merupakan kunci dalam penghematan energi.

“Hidrogen itu ternyata banyak, ada alpha, beta, teta dan lainnya. Yang dapat menghemat energi secara maksimal adalah hidrogen alpha. Saya berhasil menemukan hidrogen alpha dari adanya stack yang ada di mesin ini,” ujarnya.

Generasi ke 10 (kesepuluh) eco power booster memiliki sejarah panjang dari segi teknologi maupun desainnya. Sekarang, EPB memiliki  desain ramping berwarna putih yang modern dan praktis. “Dengan desain baru ini sedang diproduksi dan dalam masa uji coba. Permintaan pasar sudah 10.000 unit lebih,” ungkap Eddy.

Manfaat nyata penggunaan EPB pada kendaraan bermotor seperti mobil dan motor, lanjutnya, adalah hematnya bahan bakar dari 30% hingga 70% (persen). Penghematan yang terjadi bahkan tidak mengurangi performa kendaraan.

“Dengan menghemat 30%-70% bahan bakar, daya yang sedikit tidak mempengaruhi performa, bahkan lebih maksimal. Pada mobil yang menggunakan EPB, saat uji coba di jalan tol, mobil langsung melesat saat baru di gas. Penghematan bahan bakarnya tergantung pada jenis mobil dan tahunnya. Pada mobil Avanza misalnya, jika umumnya 1 liter bensin untuk 12 km dengan menggunakan EPB bisa 1 banding 19-21 km,” ungkap Eddy.

Menurut Eddy, pihaknya banyak mendapatkan testimoni tentang manfaat dari EPB. Menurut testimoni tersebut, kata Eddy, untuk mobil Avanza dan Zenia yang biasa menggunakan 1 liter bensin untuk 7-8 km, kini jarak tempuhnya meningkat menjadi 10-11 km.

”Untuk mobil brio biasa jalan 1 liter 14-16 kilometer kini bisa mencapai 30,9 kilometer. Sedangkan mobil Pajero diesel di tol yang dulu 1 liter 10 kilometer, bisa jalan hingga 16 km dengan EPB,” kata Eddy.

Eco Power Booster akan dipasarkan dengan nama Emicon atau Emision Control dimana alat ini memang memiliki kontrol terhadap emisi. Emisi dalam EPB adalah nol sehingga alat ini terbukti sangat ramah lingkungan.