Universitas Nasional dan PT. Goal Prima Adakan Sunatan Massal

JAKARTA (UNAS) – Ratusan anak-anak bersama orang tuanya mendatangi Universitas Nasional untuk mengikuti Sunatan Massal yang di adakan oleh UNAS bersama dengan PT. Goal Prima pada Minggu (10/11). Suara tangisan anak-anak pun pecah di ruangan Sastra Blok 4. Namun ada juga sebagian anak-anak yang tidak menangis saat dokter menyunat. Sehabis disunat, anak-anak itu mendapat bingkisan dari Pt. Goal Prima. Anak yang sebelumnya menangis pun langsung tersenyum ketika mendapat bingkisan tersebut.
Menurut perwakilan Universitas Nasional , Saptomo Setiawan, SP, MM yang juga Wakil Kepala Biro Administrasi Umum (BAU), sunatan massal ini digelar semata-mata untuk lebih mempererat Universitas Nasional dengan masyarakat sekitar. “Saya mewakili pimpinan UNAS berterimakasih kepada PT. Goal Prima yang bersedia datang kemari untuk menggelar Sunatan Massal ini yang saya harap ini bisa merupakan bentuk bakti UNAS terhadap masyarakat,” ungkapnya pada saat memberikan sambutan.
Sunatan Massal ini, selain untuk membantu anak-anak, juga merupakan aksi sosial yang digelar oleh PT. Goal Prima. Perusahaan ini memiliki tujuan utama membantu keluarga kurang mampu. Terlebih, kegiatan sunatan tersebut juga dinilai mengandung nilai keagamaan dan kesehatan. “Kalau dalam hubungan dengan Agama Islam, sunat itu wajib bagi laki-laki. Selain itu jugaini merupakan ibadah yang bagus,” papar Ir.Firdaus Trimunara Wiratmadja yang merupakan Direktur Utama PT. Goal Prima.
Terhitung lebih dari 160 anak yang terdaftar untuk mengikuti sunatan massal dengan mendatangkan 5 Dokter dari Pusat Khitan Paramadina. Sunatan Massal ini digelar sejak pukul 08.00 dengan menggunakan metode Laser.
Firdaus pun berharap, program-program tersebut dapat terus berjalan setiap tahunnya dan UNAS masih mendukung progam ini. Karena pastinya, melalui kegiatan tersebut bisa membantu meringankan beban warga kurang mampu. “Target kami adalah 10 ribu anak dari semua wilayah di Indonesia dan saya harap UNAS akan terus mendukung program ini” imbuhnya. (*TIN)