Universitas Nasional Ajak Mahasiswa dan Sivitas Akademika Bahu Membahu Lewati Pandemik Covid-19  

JAKARTA (UNAS) – Pandemik covid-19 yang terjadi di Indonesia, berdampak luar biasa terhadap kehidupan masyarakat. Selain membuat kondisi ekonomi negara dan masyarakat turun sangat tajam, berbagai sektor industri turut merasakan imbas dari adanya Covid-19, termasuk sektor pendidikan. Kegiatan belajar mengajar yang sedianya dilakukan di kampus, kini dialihkan di rumah menggunakan metode online learning sesuai anjuran pemerintah.

Hal ini tidaklah sulit bagi Universitas swasta pertama di Jakarta yang telah melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menggunakan metode Blended Learning  yaitu perpaduan antara perkuliahan onsite dengan online, yang telah dilakukan sejak tahun 2015. Baik dosen dan mahasiswa Universitas Nasional telah cukup terbiasa melakukan perkuliahan online, sebelum masa pandemik covid-19 terjadi.

Untuk membantu mahasiswanya tetap dapat melakukan kegiatan perkuliahan online, Universitas Nasional berkerja sama dengan 2 (dua) operator telekomunikasi terkemuka antara lain Telkomsel dan Indosat untuk memberikan layanan internet dengan memberikan gratis kuota data sebesar 30 GB setiap bulan bagi mahasiswa dan dosen. Tidak semua universitas berkesempatan untuk dapat bekerja sama dengan kedua operator tersebut. Dibutuhkan proses yang cukup panjang dan komunikasi yang baik antara kedua belah pihak, agar link web kuliah Universitas Nasional dapat menjadi salah satu link yang dapat diakses secara gratis via layanan kedua operator tersebut.

Bantuan pengurangan biaya kuliah juga dilakukan Universitas Nasional untuk seluruh mahasiswa. Pengurangan sebesar Rp 100.000 diberikan untuk sekitar 10.000 mahasiswa aktif pada semester yang sedang berjalan. Artinya, Universitas Nasional telah menyisihkan dana sebanyak Rp 1 milyar untuk membantu mahasiswa yang terdampak covid-19. Keringanan batas waktu angsuran biaya kuliah juga diterapkan secara tepat sasaran.

Lalu ada tambahan potongan biaya kuliah sebesar Rp 150.000,- dengan syarat dan prosedur dilakukan di masing-masing Fakultas oleh mahasiswa aktif, kemudian Fakultas akan meneruskan proses pengajuan ke Biro Administrasi Keuangan.

Selain itu, bantuan kepada mahasiswa dan masyarakat di sekitar lingkungan Universitas Nasional juga dilakukan dalam bentuk pemberian sembako. Universitas Nasional berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban mahasiswa dan warga yang terdampak konsidi ini. Bantuan ini diberikan oleh berbagai komunitas di Universitas Nasional, seperti UNBC (Universitas Nasional Bikers Community) hingga komunitas dosen dan mahasiswa. Beberapa Fakultas dan Program Studi juga menggalang dana untuk membantu, seperti Program Studi Sosiologi dengan Program #PatunganKuota hingga Lumbung Beras yang digagas oleh Prodi Administrasi Publik dan Himapublik untuk menjangkau keluarga prasejahtera, serta pembagian sembako kepada mahasiswa terdampak covid-19 yang dilakukan oleh Fakultas Hukum dan Himakum, dan program UNAS Peduli yang memberikan sembako kepada para Mahasiswa yang terkena dampak dari Covid 19.

Kegiatan kemanusian juga di lakukan oleh para Biker’s Community Universitas Nasional dengan membagi-bagi makanan gratis di tengah pandemi corona. Rasa empati dan kepedulian juga disampaikan Universitas Nasional bagi para tim medis yang bertugas di lapangan. Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Nasional telah menghimpun donasi dan memberikan sumbangan berupa Alat Pelindung Diri (APD) ke beberapa Puskemas di wilayah Banten dan DKI Jakarta. Para mahasiswa FIKES juga menjadi garda depan yang bertugas sebagai perawat dalam penanganan covid-19. Hal yang sama turut dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Teknologi Komunikasi dan Informatika Universitas Nasional yang turut menjadi relawan dalam penanggulangan covid-19 maupun upaya pencegahan covid-19 di berbagai rumah sakit yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Meskipun turut terdampak ekonomi, sebagai perguruan tinggi swasta yang taat azaz dan aturan pemerintah, Universitas Nasional juga telah menunaikan kewajibannya dalam membayarkan gaji dan THR tepat waktu kepada para dosen dan karyawan serta memberikan uang ketupat untuk dosen tidak tetap, meskipun pada masa pandemik karyawan dan dosen bekerja dari rumah (Work From Home) dan melaporkan pekerjaannya secara online. 

Universitas Nasional hingga kini masih tetap berdiri kokoh untuk menjadi pionir dalam memberikan pelayanan pendidikan dan tetap akan peduli kepada mahasiswa, dosen, karyawan dan masyarakat di sekitar lingkungan Universitas Nasional dan juga Indonesia.

 “Sebagai insitusi pendidikan yang telah terakreditasi A sudah menjadi kewajiban Universitas Nasional untuk memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik walau dalam keadaan pandemik Covid-19. Kami berharap apa yang telah diberikan ini menjadi langkah terbaik untuk membantu sesama dan memulihkan kondisi pendidikan di Indonesia. Hanya dengan bergandeng tangan dan bahu membahu kita dapat melewati pandemik ini dengan tegar”, ucap Dr. Zainul Djumadin, M.Si. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Nasional Ketika dihubungi melalui media online. (*MPR)