Tingkatkan Publikasi Karya Ilmiah, LPPM Gelar Coaching Clinic Penulisan Jurnal Internasional

Jakarta (UNAS) –  Universitas Nasional mendorong para dosen untuk mempublikasikan karya ilmiahnya dalam jurnal Internasional yang terindeks bereputasi internasional dan membimbing para dalam menulis karya ilmiah yang baik dan benar. Menyikapi hal itu Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) mengadakan Pelatihan dan Coaching Clinic Penulisan Artikel Jurnal Internasional pada Minggu-Selasa (13-15/5) di Ruang Seminar Lantai 3 Universitas Nasional.

“Acara ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan publikasi karya ilmiah dosen di lingkungan Universitas Nasional dan kita mendampingi para dosen dalam penulisan karya ilmiah yang baik dan benar untuk nantinya dipublikasi di jurnal ilmiah yang bereputasi,” ujar Wakil Rektor bidang Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Prof. Dr. Ernawati Sinaga, MS.Apt kepada Tim Humas.

Erna menambahkan, Kegiatan ini juga sebagai wujud mendukung upaya pemerintah agar Indonesia punya banyak publikasi Ilmiah di jurnal Internasional. Indonesia sendiri termasuk negara terendah di Dunia dalam publikasi ilmiah dibandingkan negara lainnya. “Walaupun sudah meningkat jumlah publikasi Ilmiah di Indonesia, namun indonesia masih termasuk negara terendah dalam publikasi Ilmiah dibandingkan Singapore, Amerika, dan negara-negara lainnya,” ungkap Erna.

Dosen Fakultas Ilmu Biologi itu menuturkan kendala yang biasa dihadapi para dosen dalam menulis karya ilimah adalah penulisan dalam bahasa asing. Menurutnya, hampir semua penelitian di Indonesia yang menggunakan bahasa Inggris masih lemah. Kendala lainnya yaitu kurangnya pergaulan para dosen dengan tenaga didik dari luar negeri.

“Hambatan yang biasa dihadapi dosen dalam penulisan yaitu mengenai bahasa yang masih rendah dan minimnya pergaulan dengan dosen luar negeri, karena jika dapat bergaul para dosen bisa saling sharing pengalaman dalam menulis dan mengetahui poin-poin penting yang harus dimasukkan dalam  jurnal ilmiah,” ucapnya 

Erna berharap, selain bisa menulis jurnal ilimiah yang baik dan benar, para dosen juga mampu menciptakan inovasi baru sehingga penelitiannya berkualitas dan bermanfaat bagi orang banyak. “Poin penting dalam kegiatan ini selain mahir menulis karya ilmiah, kita tekankan bisa melahirkan inovasi baru sehingga bisa berguna bagi masyarakat,” tutupnya

Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr Maman Abdurachman Djauhari, B.Sc.,BA. sebagai narasumber. Ditemui di sela-sela acara Maman menjelaskan kegiatan coaching clinic ini mengupas tuntas tata cara penulisan dan substansi isi dari sebuah artikel ilmiah untuk publikasi internasional. Mulai dari penentuan judul, afiliasi institusi, abstrak, introductionsampai referensi harus mengikuti tata penulisan Jurnal Internasional secara umum.

“Sering sekali penulis melewatkan hal-hal sederhana dalam tata cara penulisan yang berakibat ditolaknya tulisan tersebut oleh penerbit atau editor jurnal,” jelas Maman. Oleh Karena itu,  maman menekankan supaya setiap penulis mengikuti pedoman yang ditentukan oleh setiap jurnal.  

Selain itu, Maman mengharapkan para dosen dapat bergaul dengan dosen luar negeri yang punya pengalaman dalam penulisan jurnal ilmiah. “Kunci agar para dosen bisa menulis dan mempublikasikan karya ilmiahnya hanya 1. Para dosen dapat berkomunikasi dengan dosen dari luar negeri yang mempunyai pengalaman dalam menulis jurnal ilmiah dan saya harap  dosen mau bergaul,”katanya.(*DMS)