Tebar Ilmu Pengetahuan lewat Penelitian

Interaksi berupa menyimak dan tanya jawab akan menambah ilmu dan menjadi bekal mahasiswa di saat melakukan penelitian.
 
Jakarta [UNAS] – Sebuah penelitian yang dilakukan secara sustainable akan membawa manfaat terhadap ilmu pengetahuan. Apalagi, hasil penelitian yang telah dilakukan tersebut disebarluaskan melalui sebuah seminar sehingga terdapat interaksi tanya jawab antara peneliti dan pendengar.

Melihat manfaat sebuah penelitian, kali ini Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nasional bekerjasama dengan Pusat Pengkajian Politik dan Pengkajian Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P4M-LPPM) Universitas Nasional mengadakan Seminar hasil penelitian dosen FISIP Universitas Nasional tahun 2014/2015 dengan tema “Demokrasi, Konflik, Pembangunan Sosial dan Politik di Indonesia (Studi Konflik Perbatasan, Etnis, Human Trafficking, Poros Maritim, Kelautan, Teknologi Komunikasi dan Kebijakan Outsourcing)”, Selasa (01/12).

Pada sambutannya, Kepala P4M-LPPM Universitas Nasional, Dr. Diana Fawzia, M.A. mengungkapkan, “dengan hadirnya mahasiswa di seminar hasil penelitian ini saya berharap akan terjadi interaksi berupa menyimak dan bertanya yang akan menambah ilmu atau menjadi bekal mahasiswa nanti di saat melakukan penelitian”.

Beberapa hasil penelitian yang dieminarkan yakni oleh Hendra Maujana S, S.IP., M.Si. dengan tema Tinjauan Upaya Serius Indonesia Menyelesaikan Konflik Perbatasan dengan Malaysia Studi Kasus Camar Bulan dan Tanjung Datu 2011; Harun Umar, M.Si., dengan tema Peningkatan Human Trafficking (Perdagangan Orang) di Indonesia tahun 2013-2014; dan Dr. AF. Sigit Rochadi dengan tema Respon Pekerja Terhadap Kebijakan Outsorcing di Industri Ringan. Studi di Industri Tekstil dan Produk Tekstil di Bekasi Tahun 2015.

“Kedepannya, dengan mengikuti seminar ini mahasiswa akan mendapatkan stimulus untuk turut mengembangkan dan memperbanyak penelitian di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, khususnya bekerjasama dengan dosen dalam penelitian atau memanfaatkan program kreatifitas mahasisa (PKM)”, tutur Diana. (Sudirgo, S.P.)