Raih Gelar Doktor Ilmu Linguistik, Tadjuddin Berharap Bahasa Melayu Betawi Tetap di Lestarikan

Jakarta (UNAS) –Kerjasama Universitas Nasional (UNAS) dengan Universitas Hasanuddin (UNHAS) tampaknya semakin erat, pasalnya kini Kerjasama UNAS dan UNHAS telah meluluskan mahasiswa kerjasamanya dengan gelar Doktor pada Kamis (25/2). Sidang terbuka doktoral dilakukan di Aula Universitas Nasional dan Gedung Universitas Hasanuddin Makassar secara virtual.

Dosen Program Studi Sastra Indonesia Universitas Nasional, Dr. Tadjuddin Nur, S.S., M.M. saat memaparkan Disertasi nya
Dosen Program Studi Sastra Indonesia Universitas Nasional, Dr. Tadjuddin Nur, S.S., M.M. saat memaparkan Disertasi nya

Dosen Program Studi Sastra Indonesia Universitas Nasional, Dr. Tadjuddin Nur, S.S., M.M berhasil mendapatkan gelar Doktor dengan menempuh 5 (lima) semester masa studinya dan mendapat predikat Sangat Memuaskan dalam sidang promosi doktor Program Studi Ilmu Linguistik Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin Makassar oleh promotor Prof. Dr. Lukman, MS.

Dengan mengangkat tema disertasi “ PEMERTAHANAN BAHASA MELAYU BETAWI DI SETU BABAKAN JAGAKARSA, JAKARTA SELATAN” Tadjuddin menemukan ada 3 besaran sebab masih digunakannya bahasa Melayu Betawi di Setu Babakan. “Setidaknya ada tiga besaran sebab di Setu Babakan yang masih menggunakan bahasa Melayu Betawi, yang pertama, transmisi bahasa masih terjadi di Setu Babakan, kedua penyebab karena loyalitas bahasa untuk mempertahankan bahasa betawi masih positif,ketiga penggunaan bahasa Melayu pada rahan kaeseharian masih berlangsung”, terangnya dalam sidang.

Ia juga menjelaskan seiring perkembangan Ibu Kota menjadi Kota Metropolitan, penduduk Betawi tergusur ke pinggir-pinggir kota. “Derasnya urbanisasi ke ibukota sejak kemerdekaan hingga kini menjadi banyak penduduk Betawi yang tidak punya pilihan lain untuk pindah ke pinggiran kota Jakarta. Fenomena menarik tentang penggunaan bahasa Melayu Betawi di perkampungan Betawi Setu Babakan. Walaupun kawasan disana sudah dikepung oleh modernisasi dan globalisasi namun penggunaan bahasa melayu Betawi masih bertahan”, jelasnya.

Pria yang sempat menjabat sebagai Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat ini juga memberikan pesan kepada seluruh masyarakat khususnya warga Betawi untuk melestarikan Bahasa Melayu Betawi. “Bahasa Melayu Betawi sekarang ini sudah masuk pada masa yang terancam punah, bahasa Betawi Melayu sudah pada tahap endangered language, saya harap penelitian saya bisa menjadi rangsangan untuk penelitian lanjutan yang kemudian dapat mempengaruhi pemertahanan Bahasa Melayu Betawi”, harap Tadjuddin.

Dalam sidang terbuka promosi Doktor Universitas Hasanuddin Makassar juga dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Drs. Zainul Djumadin, M.Si, Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra UNAS dan Segenap dosen UNAS dan UNHAS.

Dekan FBS UNAS Drs. Somadi, M.Pd.
Dekan FBS UNAS Drs. Somadi, M.Pd.

Pada sambutanya, Dekan FBS UNAS Drs. Somadi, M.Pd memberikan apresiasi kepada Tadjuddin. “Selamat atas prestasinya meraih gelar Doktor Bidang Ilmu Linguistik di UNHAS, semoga ilmu yang diambil dapat memotivasi dan menyemangati para dosen- dosen di Fakultas Bahasa dan Sastra UNAS dan UNHAS untuk melanjutkan studinya.” Tutup Somadi. (*TIN)