Pengabdian Masyarakat Himapublik UNAS Berlangsung Dengan Prokes Ketat

Jakarta (UNAS) – Sebanyak 55 orang yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik (Himapublik) Universitas Nasional dan dosen pendamping, menjalani tes Swab Antigen. Ini persyaratan wajib. Berikutnya, bersedia melaksanakan dan mentaati prosedur kesehatan (prokes). Setelah itu, barulah diperkenankan untuk melaksanakan kegiatan yang sudah direncanakan, yaitu Pengabdian Masyarakat.

Bagi mahasiswa, pengabdian masyarakat sudah menjadi suatu kewajiban yang harus dijalankan. Ini menjadi salah satu tugas, yang tujuannya untuk menciptakan perubahan pada lingkungan masyarakat. Ada juga fungsi lain, yaitu memberikan solusi yang solutif bagi permasalahan yang terjadi.

Ada beberapa bentuk pengabdian masyarakat. Himapublik Unas dengan tema “Pengabdian Masyarakat Berbasis Pemberdayaan serta Pengedukasian Ekonomi Kreatif Batik”, melaksanakan pengabdian masyarakat dalam bentuk Desa Binaan. Lokasinya di Desa Pasirsari, Kecamatan Pasirkratonkramat, Pekalongan.

Tema ini dirancang karena HIMAPUBLIK menyadari bahwa Revolusi Industri 4.0 di Indonesia merupakan transformasi yang mengintegrasikan dunia online sebagai penopang utama lini produksi di industri. Himpublik merasa penting mengangkat tema ini karena ingin berkontribusi dan berperan langsung ke masyarakat untuk menyebarkan wawasan digitalisasi bagi perekonomian, khususnya di penjualan batik.

Kegiatan Live In “Membatik” Peserta Desa Binaan 2021 Bersama Masyarakat Desa Pasirsari

Setelah test swab antigen dilakukan, Himpublik melaksanakan pengabdian masyarakat mulai 15 sampai dengan 17 Juni 2021. Kegiatan pertama adalah audiensi dengan Walikota Pekalongan, yang saat itu diwakili oleh Kepada Bappeda Kota Pekalongan, Ir. Anita Heru Kusumorini, M.Sc. Kepada para mahasiswa, Ir. Anita Heru Kusumorini, M.Sc. menjelaskan mengenai sejarah batik Pekalongan serta keadaan ekonomi khususnya UMKM Batik. Juga disampaikan tentang digitalisasi ekonomi yang sudah diberlakukan di Pekalongan, akan tetapi belum terlalu masif dan masih sebagian saja yang mengimplementasikannya.

Selanjutnya, sosialisasi bersama warga Desa Pasirsari yang diwakili oleh staf Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Pekalongan. Kegiatan berlangsung di SDN 01 Pasirsari. Pada kesempatan itu, dijelaskan mengenai teknis penjualan yang baik melalui digitalisasi ekonomi kepada pelaku usaha UMKM Batik di desa tersebut.

Kegiatan berikutnya adalah pengajaran yang dilangsungkan di TK Masyitoh. Materi pengajaran adalah tentang basic manner dan kolase sebagai bentuk penumbuhan kreatifitas bagi siswa. Kegiatan diakhiri dengan pengesahan rak dan buku-buku secara simbolis oleh Ketua Program Studi Administrasi Publik, Dr. Bhakti Nur Avianto S.IP., M.Si bersama Kepala Sekolah TK Masyitoh.

Kegiatan pengajaran basic manner dan membuat kolase oleh para peserta Desa Binaan 2021 bersama anak-anak Tk Masyitoh Pekalongan

Audiensi juga dilakukan dengan Ketua DPRD Pekalongan. Pada kesempatan ini, materi yang dibahas adalah tentang keberpihakan pemerintah daerah terhadap UMKM Batik dan regulasi perekonomian digital daerah Pekalongan bersama Ketua DPRD Pekalongan, Mohamad Azmi Basyir, ST, M.Sc. Jumlah peserta dibatasi sebagai bagian dari penerapan protokol kesehatan.

Kegiatan Desa Binaan 2021 ditutup dengan outing di 2 tempat, yakni Museum Batik Pekalongan sebagai destinasi wisata dan Pusat Grosir Batik Setono sebagai sentra oleh-oleh. Ketua Program Studi Administrasi Publik, Dr. Bhakti Nur Avianto S.IP., M.Si menyampaikan bahwa program desa binaan diyakini bisa memberikan dampak positif, yaitu membina sumber daya manusia di perdesaan dengan pendekatan pendidikan versi mahasiswa.(*)