Peduli Sesama, Himagro Salurkan Donasi kepada Masyarakat Terdampak Covid-19

Jakarta (Unas) – Himpunan Mahasiswa Agroteknologi (HIMAGRO) Universitas Nasional (Unas) salurkan donasi kepada masyarakat yang terkena dampak ekonomi dari pandemic Covid-19. Hal ini merupakan bentuk kepedulian HIMAGRO kepada kondisi lingkungan sekitar yang tengah mengalami musibah.

“Untuk kali ini #himagropeduli ditujukan kepada warga yang terkena dampak dari pandemic Covid-19. Donasi yang diberikan berupa sembako, susu bayi untuk warga, dan berupa uang untuk beberapa teman-teman mahasiswa Fakultas Pertanian Unas,” jelas Ketua Umum HIMAGRO Dimas Sedayu, saat dihubungi via pesan whatsapp, Rabu (27/05).

Dimas melanjutkan, kegiatan ini terbuka untuk umum dan siapa saja bisa turut serta. Donasi ini juga didistribusikan kepada warga sekitar laboratorium Unas dan mahasiswa pertanian yang telah disurvei. “Untuk teman-teman mahasiswa di cari infonya khusus untuk mahasiswa perantau atau kos,” tambahnya.

Sementara itu, donasi yang telah terkumpul dari #himagropeduli sekitar Rp. 2.680.000 dan telah didistribusikan kepada masyarakat “Semoga bisa membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat yang membutuhkan disaat masa pandemi ini,” tutupnya.

Dihubungi pada waktu yang sama, Dekan Fakultas Pertanian, Ir. Inkorena G.S. Sukartono, M.Agr. mengatakan, kegiatan ini dapat menjadi sarana belajar melatih kepekaan mahasiswa terhadap kondisi sosial yang sedang dihadapinya. “Ini sangat penting menjadi bekal kalau mereka nanti terjun di masyarakat, tetapi yang lebih penting adalah turut membantu meringankan beban yang sedang dialami hampir di level masyarakat,” katanya.

Dalam upaya ini, tambah Inkorena, Fakultas Pertanian telah secara rutin membantu masyarakat sekitar kampus yakni membagikan secara gratis hasil sayuran yang ditanam oleh mahasiswa baik dari hasil praktikum maupun yang sengaja ditanam di sela perkuliahan atau di masa senggang.

“Jadi baik ada tidaknya pandemi ini mereka sudah terbiasa berbagi degan masyarakat terutama sekitar kampus Jl. Bambu Kuning dan saya harapkan dilakukan terus menerus. Meski sekarang kondisi sedang dibatasi tetapi kita menganjurkan dosen dan mahasiswa dapat berkebun di lingkungannya untuk membina dan memberi contoh budaya tanaman sebagai bentuk kepedulian tersebut,” jelas Inkorena. Melalui tagar #himagropeduli ia berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan harapan dan kebersamaan bahwa kita tidak bisa hidup sendiri.(*NIS)