Mahasiswa Komunikasi UNAS Kenalkan Tanaman Hidroponik Kepada Anak di RPTRA Baung Kebagusan

Jakarta (UNAS) – Sebagai bentuk nyata dari Pengabdian Kepada Masyarakat yang berupaya mewujudkan pendidikan yang lebih efektif dengan pendidikan nyata yang dialami langsung oleh mahasiswa, Prodi Ilmu Komunikasi melalui tiga mahasiswanya melakukan pelatihan pengenalan tanaman hidroponik kepada  anak-anak pada Minggu 22 Desember 2019 .

Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Baung Jakarta Selatan ini, diikuti sebanyak 27 peserta anak usia 6-15 tahun. “Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengenalan terhadap anak – anak dengan teknik bercocok tanam modern dengan ruang yang terbatas, sekaligus mengajarkan praktek pelatihan bagaimana anak-anak di RPTRA Baung tersebut bukan cuma memahami saja dari segi teori yang kita berikan tetapi bisa terampil mulai dari penyemaian bibit, merakitnya, sampai dengan teknik perawatannya,” kata Dosen pengampu mata kuliah PR dan Manajemen CSR  Yayu Sriwartini, S.Sos., M.Si.

Dalam kegiatan ini para mahasiswa memberikan materi tentang pengertian umum, cara, proses, tujuan, bahan media tanam, manfaat, dan alat pendukung kegiatan lainnya. Pembuatan tanaman hidroponik dengan memadukan konsep tutorial dan dikerjakan secara bersama-sama.

Praktik bercocok tanam dengan media hidroponik diberikan kepada masing-masing anak  yang berjumlah 20 anak RPTRA Baung. Dalam praktiknya anak-anak diberikan pemahaman mulai dari jenis bibit sayuran, teknik penyemaian bibit di dalam media rockwool dengan cara membasahi terlebih dahulu kemudian rockwool dilubangi menggunakan tusuk gigi, dilanjutkan dengan memasukkan bibit sayuran ke dalam rockwool yang sudah dilubangi.

Kegiatan selanjutnya dilakukan dengan perakitan pipa paralon hidroponik, dimana   anak-anak diajak untuk membantu melakukan perakitan, mulai dari pengelompokkan pipa sesuai ukuran hingga pemasangan dan peletakan pot hidroponik. Pada sesi ini juga dikenalkan berbagai perlengkapan yang dibutuhkan seperti pipa paralon, lem paralon, pot hidroponik, rockwool, benih kangkung, pompa air, dan bak penampung air

Anak-anak nampak antusias mengikuti kegiatan pelatihan, hal ini terlihat dari kecepatan dan ketepatan anak-anak tersebut dalam merangkai struktur paralon netpot hidroponik. Juga dengan banyaknya anak-anak yang tertarik untuk berpartisipasi merakit pipa paralon tanaman hidroponik, selain itu juga anak-anak sangat bersemangat sekali untuk mengetahui bagaimana cara menyemai bibit dan bahkan ketika mereka memasang sambungan-sambungan pipa paralon hidroponik.

“Dengan bekal pelatihan pengenalan tentang cara bercocok tanam menggunakan media hidroponik yang diberikan kepada anak-anak di RPTRA Baung ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi anak-anak dan juga warga sekitar RPTRA Baung, mengingat tanaman hidroponik saat ini sudah mulai ramai atau banyak orang yang menggunakannya,” ujarnya.

Ia melanjutkan bahwa memberikan pelatihan pengenalan bercocok tanam menggunakan media hidroponik kepada anak-anak, dimaksudkan agar anak-anak bisa memahami sejak dini  mengenai bagaimana bercocok tanam dengan lahan yang sempit atau terbatas namun tetap bisa menghasilkan dari segi nilai ekonomis. “Dengan belajar mengenal media bercocok tanam hidroponik anak-anak dilatih untuk memiliki kreativitas, teliti, dan tidak pantang menyerah,” jelasnya.