Krisis Pertanian di Negara Agraris, Himagro Ajak MABA Pertanian UNAS Bertani Secara Digital

Jakarta (UNAS) – Pertanian adalah bidang yang sangat krusial, Indonesia sebagai negara agraris, salah satu andalan ekonominya  adalah pertanian. Namun maraknya impor berbagai komoditas membuat ‘status’ sebagai negara agraris lemah.  Penting untuk terus meningkatkan kemampuan dalam bidang pertanian, dalam acara Welcome Party yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Agroteknologi  Fakultas Pertanian UNAS pada Sabtu (24/10) mengajak Mahasiswa baru semester ganjil angkatan 2020/2021 untuk bisa bertani secara modern dan milenial.

Ir. Asmah Yani. M. Si

Ir. Asmah Yani. M. Si, Dosen Agroteknologi Fakultas pertanian sebagai narasumber pada acara Welcome Party yang bertajuk “Zoomers ACT/Effort Agriculture For Indonesia”, menyampaikan bahwa dibutuhkan banyak petani muda dalam sektor pertanian nasional. “Sektor pertanian Indonesia sudah waktunya untuk melakukan regenerasi. Pasalnya, mayoritas petani saat ini telah berusia diatas 50 tahun sehingga mengalami penurunan produktivitas dalam aktivitas pertaniannya. Petani muda menjadi harapan untuk meningkatkan kembali kejayaan sektor pertanian nasional”. Ujarnya.

Dosen yang sering melakukan penelitian  itu pun juga menyinggung  masalah  persaingan era revolusi industry 4.0 dimana sekarang ini petani harus memahami teknologi dan berinovasi dalam menawarkan konsep bertani yang modern. “Di era revolusi industri 4.0 ini, memahami teknologi dan berbagai inovasi dalam menawarkan konsep yang siap mengantarkan pertanian ke dalam wujud yang lebih modern serta mampu mengatasi berbagai kendala yang biasa dihadapi dalam sistem pertanian tradisional ini sangat penting dilakukan”, terangnya.

“Apalagi teknik pertanian modern saat ini tidak hanya mengandalkan tanah dan lahan terbuka saja sebagai media tanam. Contohnya hidroponik, budidaya tanaman dengan media air dan pipa paralon yang akhir-akhir ini sedang marak dilakukan orang terutama di masa pandemi covid-19 yang sedang berlangsung” imbuhnya

Asmah juga berpesan kepada seluruh peserta Welcome Party khususnya mahasiswa baru untuk terus semangat dalam mencari ilmu dan mengembangkannya untuk menjadi petani muda milenial. “Prospek bisnis pertanian yang tak pernah turun, semangat anak muda harus terus berkembang. Tak perlu sulit mencari alasan kenapa harus pertanian. Sebab, semua orang butuh makan. Terus kembangkan ilmu kalian untuk menjadi petani muda milenial” pungkasnya.

Dalam kegiatan Welcome Party yang dibuka oleh Dekan Fakultas Pertanian Ir. Inkorena G.S. Sukartono, M.Agr, juga menjelaskan tentang penerapan kampus merdeka. “Saya berharap kalian bisa berdapatsai dengan sistem kampus merdeka yang sekarang ini sedang dilaksanakan di fakultas pertanian, dengan adanya kampus merdeka ini kalian bisa belajar tidak hanya difakultas aja, tetapi diluar fakultas bahkan bisa juga nanti dikampus-kampus lain. Untuk sistem merdeka belajar nantinya fakultas memberikan kesempatan kepada mahasiswa 20 sks atau satu semester di luar kurikulum program studi dan 40 sks diluar Universitas. Ini adalah satu Hak mahasiswa yang harus dipenuhi” terangnya dalam sambutan.

Ia juga mengungkapan rasa terimakasihnya kepada orangtua mahasiswa karena telah memilih UNAS sebagai tempat untuk menggali ilmu. “saya juga ucapkan terimakasih kepada orangtua adik-adik mahasiswa baru Fakultas Pertanian yang telah mempercayakan kalian untuk belajar di UNAS,” ucapnya

Dalam kegiatan tersebut, juga mengudang alumni Fakultas Pertanian Andriansyah Sucahyo S.P sebagai pengisi acara. Pemuda yang akrab disapa dengan Bang Andrian itu, selain mengenalkan organisasi yang ada di Fakultas Pertanian saat masih mengikuti perkuliahan, juga memberikan pesan dan motivasi kepada teman-teman mahasiswa baru 2020/2021. “Didalam organisasi kita diajarkan untuk bisa speak up atau menyampaikan opini, diajarkan untuk bisa percaya diri, kalian juga harus kompak dalam berorganisasi dan terbiasa untuk saling menghargai satu sama lain baik didalam organisasi maupun diluar organisasi” tutupnya.

Kegiatan ini juga, turut bergabung para dosen pengampu mata kuliah yang ada di Fakultas Pertanian diantaranya Ir. Etty Hesthiati, M.Si, Drs. Mulyoto, M.M. dan Dr. Ir. Luluk Prihastuti Ekowahyuni, M.Si.  dan Marsudi, S.P. (alumni). Pria yang saat ini menjabat sebagai Manajer Unit Pelaksana Teknis Marketing & Publik Relation (UPT MPR)  UNAS berpesan kepada mahasiswa baru dan mahasiswa aktif untuk kompak menjaga nama baik UNAS khususnya Fakultas Pertanian. “Mari saling bergandeng, bahu membahu saling suport mengembangkan Fakultas Pertanian dan terus berinovasi  menciptakan teknik-teknik budidaya dan teknik pengolahan hasil panen, mengikuti perkembangan teknologi sehingga dapat memberikan semangat kepada para petani untuk terus bisa meningkatkan hasil pertaniannya dan juga mengharumkan nama Fakultas dan UNAS pada umumnya” tuturnya.

Marsudi juga mengajak seluruh mahasiswa aktif FAPERTA agar tetap menjaga komunikasi dan berkoordinasi “Saya mengajak kepada teman-teman mahasiswa jika ada kegiatan sekiranya dapat berkoordinasi dengan UPT MPR sehingga dapat tersampaikan ke khalayak umum, dengan demikian akan semakin banyak orang yang mengetahui keberadaannya dan berminat untuk kuliah di Fakultas Pertanian UNAS”. pungkasnya. (*TIN)