Jadi Ketua LPPM, Nonon Targetkan  Kembangkan Penelitian dan PKM

Jakarta (Unas)- Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nasional (Unas), Dr. Ir. Nonon Saribanon, M.Si. menargetkan akan mengembangkan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat pada masa periodenya. Nonon menggantikan Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengembangan pada Masyarakat, Prof. Dr. Ernawati Sinaga, M.S. Apt. Dia diangkat menjadi Ketua LPPM Unas berdasarkan Keputusan Rektor Unas Nomor 141 Tahun 2019 pada 15 Juli 2019.

“Untuk kedepannya program LPPM akan lebih ditekankan kepada produk-produk hasil penelitian dan pengebadian kepada masyarakat. Produk yang tentu saja harus memenuhi kriteria untuk meningkatkan kinerja dan kualitas penelitian di Unas seperti jurnal internasional yang berputasi, produk-produk yang dipatenkan, dan publikasi dalam bentuk buku maupun yang lainnya,” jelas Nonon saat ditemui di ruang LPPM Blok I Lantai III Unas, Rabu (28/08).

Nonon menambahkan, saat ini perguruan tinggi dituntut untuk menjadikan penelitian sebagai sebuah unit usaha. Oleh sebab itu, dosen Unas perlu lebih bekerja keras untuk meningkatkan produk-produk tersebut. LPPM sebagai lembaga fasilitator akan mendorong dosen untuk menghasilkan produk-produk penelitian PKM terbaik. Selain berkaitan dengan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, lanjutnya, tugas pokok LPPM juga berkaitan dengan administrasi dan birokrasi yang tidak hanya melibatkan sistem di internal Unas tetapi juga beberapa lembaga eksternal seperti Kemenristek DIKTI dan Kopertis. “Setiap tahunnya juga dilakukan penilaian kinerja seperti monitoring dan evaluasi (monef) yang dilakukan oleh DIKTI. Jadi selain mendorong dosen menghasilkan produk penelitian terbaik, kita juga dituntut untuk mengelola kegiatan-kegiatan tersebut dengan baik karena dengan manajemen yang baik maka kita juga bisa meningkatkan kinerja,” jelasnya.

Untuk meningkatkan kualitas dosen dalam melakukan penelitian, LPPM juga telah banyak melakukan pelatihan-pelatihan seperti metodologi penelitian, penulisan jurnal, dan artikel internasional. “Jadi tugas kami sekarang itu tinggal bagaimana menumbuh kembangkan suasana untuk meneliti dan melakukannya. Kami lebih fokus pada suasana akademik yang akan ditingkatkan sehingga setiap dosen dan civitas akademika bersemangat untuk melakukan tugas-tugas penelitian pengabdian masyarakat,” tuturnya.

Menurut dosen di Fakultas Pertanian Unas itu, banyaknya penelitian yang dilakukan oleh dosen juga menjadi poin penting dalam reakreditasi. “Misalnya dalam poin penyusunan silabus atau RPS itu juga kan harus menyertakan kegiatan-kegiatan dosennya dalam penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Baik sebagai referensi maupun menjadi bagian dalam mata kuliah itu sendiri. Kalau ini dilakukan secara optimal akan meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran kita,” jelasnya. Dia berharap, LPPM kedepannya akan membentuk kepakaran dari setiap dosen. Hal ini penting guna mempromosikan dosen yang bersangkutan, juga semakin meningkatkan kualitas penelitian dan publikasinya. “Jadi jumlah penelitian di Unas ini sejak beberapa tahun terakhir sengat baik, sekitar diatas 100 jumlah penelitian tiap semesternya. Tetapi ini masih kurang yang diiringi dengan publikasi sehingga hal inilah yang perlu untuk terus didorong,” imbuh Nonon. Untuk kedepannya, LPPM akan lebih berusaha untuk melewati target yang telah ditetapkan oleh DIKTI untuk melakukan penelitian.(NIS)