Jadi Doktor ke 12, Ramdan Bahas Fenomena Keuangan Parpol di Indonesia

Jakarta (UNAS) – Muhammad Ramdan, berhasil meraih gelar doktornya dalam bidang Ilmu Politik di Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional (UNAS), pada Kamis (21/3), di Menara UNAS Ragunan Jakarta. Ia merupakan doktor ke 12 dan berhasil meraih predikat sangat memuaskan dalam disertasinya. Dalam tugas akhirnya, ia mengangkat judul “Budaya Politik Dan Pengaruhnya Terhadap Keuangan dan Pelembagaan Partai Politik di Indonesia (Kasus pada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB))”. 

Sdr Dr. Muhammad Ramdan saat sedang mendengarkan pembacaan hasil sidang dari promotor, di Jakarta (21/3).

Menurut Ramdan, alasan ia mengambil topik tersebut dikarenakan adanya masalah yang cukup rumit di dalam partai politik, diantaranya adalah masalah keuangan dan pelembagaan. “Fenomena keuangan partai politik di Indonesia dipegang oleh kalangan pengusaha yang merangkap sebagai petinggi partai politik, ketimbang anggota partai politik,” jelasnya saat menjelaskan ringkasan disertasinya itu. Istri dari Vera Awallina ini melanjutkan, demikian juga dalam proses pelembagaan, terdapat indikasi bahwa dalam proses pencalonan kandidat untuk jabatan publik kurang memperhatikan potensi anggota partai dari kalangan bawah. 

PDIP dan PKB yang menjadi fokus dalam penelitian ini, lanjut Ramdan, belum mampu menghadirkan budaya politik partisipan. “Pada dimensi keuangan, budaya politik partisipan masin dijalankan dengan setengah hati. Dari dimensi kelembagaan juga pengambilan keputusan partai hampir serupa dengan pengelolaan keuangan partai politik,” jelasnya. Ditemui usai sidang, pria tiga anak ini berharap penelitiannya dapat memberikan sumbangsih pemikiran dalam rangka memperbaiki tata kelola keuangan partai dan pelembagaan partai, agar mampu mendorong budaya politik yang partisipatif.

“Semoga penelitian saya dapat menambah pengetahuan tentang pengaruh budaya politik yang selama ini belum tersentuh, dan saya harap juga dapat memberikan rekomendasi bagi Pemerintah, DPR, dan Partai Politik terkait pentingnya pemahaman budaya politik, terutama yang ada di dalam partai politik terkait dengan pengaturan keuangan dan pelembagaan partai politik di Indonesia,” tutupnya. Usai melantik dan memberikan ijazah, Promotor dalam sidang ini, Prof. Dr. Nazarudin Syamsudin mengatakan bahwa Ramdan merupakan sosok yang pekerja keras dalam membuat disertasinya. Ia berpesan kepada Ramdan untuk terus belajar dan mencoba untuk membuat buku. 

“Jangan berpuas diri, anda harus berusaha lebih keras lagi untuk menciptakan disertasi anda menjadi buku sehingga bisa dibaca oleh banyak orang. Anda harus mendorong masyarakat politik untuk membaca disertasi ini supaya hasil anda dapat memiliki kontribusi yang besar bagi masyarakat,” tuturnya.(#NSI) 

Sidang ini diketuai oleh Prof. Dr. Umar Basalim, DES, Co-promotor Dr. Diana Fawzia, M.A, dengan penguji diantaranya Prof. Dr. R. Siti Zuhro, M.A, Prof. Dr. Maswadi Rauf, M.A, dan Dr. TB. Massa Djafar.