Implementasi ISO 21001:2018 di Perguruan Tinggi “Workshop Audit Mutu Internal sesuai ISO 19011:2018”

Jakarta (UNAS) – Fakultas Teknik dan Sains Universitas Nasional (FTS UNAS) kembali mengadakan webinar Seri Update Knowledge. Webinar yang dilaksanakan pada hari Kamis (4/5) mengangkat topik mengenai Implementasi ISO 21001:2018 di Perguruan Tinggi “Workshop Audit Mutu Internal sesuai ISO 19011:2018”.

Pemilihan topik ini sebagai persiapan FTS UNAS menerapkan ISO 21001:2018 yang mana sebuah standar khusus untuk sektor pendidikan dalam mencapai tujuan dan menjalankan fungsi utamanya, yaitu memberikan pendidikan yang bermutu. Salah satu persyaratan penerapan ISO 21001:2018 yaitu harus mengadakan aktivitas audit internal yang ada di dalam pedoman ISO 19011:2018.

Pembicara pada kesempatan kali ini adalah seorang Quality Management System Consultant dan Audit ISO 9001, ISO 21001 dan ISO 37001, Drs. Puji Hartoyo, M.Si., yang juga sebagai dosen FTS UNAS. Selain para mahasiswa, peserta pada webinar juga dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan, Ketua Program Studi, Kepala Laboratorium, dan dosen FTS UNAS.

Seperti yang disampaikan oleh Dekan FTS UNAS, Novi Azman, S.T., M.T., “harapannya bahwa dengan workshop ini peserta dapat memahami proses audit mutu internal dan bagaimana implementasinya baik di lapangan maupun di institusi perguruan tinggi. Serta, diharapkan baik Kaprodi maupun Kepala Lab dan dosen sekalian bisa menjadi lead auditor ataupun yang melakukan audit mutu internal nantinya,” ujarnya saat memberikan kata sambutan sekaligus membuka kegiatan webinar.

Dalam penerapan ISO 19011:2018, Puji menyampaikan terdapat proses yang sistematis, terdokumentasi dan independen. Selain itu, Puji juga menekankan bahwa audit internal dilakukan untuk kebaikan lembaga atau fakultas agar menjadi lebih baik dengan syarat adanya tindak lanjut.

“Tujuan audit bukan untuk menyalahkan tapi mencari peluang perbaikan agar fakultas tersebut menjadi lebih baik. Tindak lanjut hasil audit yang penting, karena kalau di audit ada temuan dan tindak lanjutnya tidak dilakukan maka sama saja tidak ada perubahan,” jelasnya.

Drs. Puji Hartoyo, M.Si.

Setidaknya ada tujuh prinsip yang harus diikuti saat melakukan audit, antara lain integritas, fair presentation, profesional, menjaga keamanan informasi, tidak berpihak, evidence-based approach, dan berlandaskan resiko. “Apabila seluruh prinsip tersebut diikuti maka hasil audit objektif, akurat, independen, dan dapat dipercaya”, tambah Puji.

Pada sesi diskusi, Wakil Dekan FTS Dr. Victor Vecky R Repi, S.T., M.T., menyampaikan harapannya bahwa FTS dapat membuktikan pada 100 tahun UNAS, FTS tetap eksis dan menunjukkan kemampuannya sebagai program studi dan fakultas yang excellent. “Melalui ajang seperti ini sebaiknya kita coba publikasikan supaya bisa diterima oleh semua orang dan menjadi motivasi serta semangat. Saya harap, kita bisa implementasi segera karena SK Dekan sudah keluar untuk kita harus menerapkan ISO 21001:2018”, ungkapnya.

Untuk mengakhiri kegiatan, Dekan FTS memberikan kata penutup dengan mengutarakan harapannya bahwa FTS dapat terus berkembang dengan pesat dan kedepannya dapat berstandar internasional. “Oleh karena itu harapannya mari kita bekerja sama membangun FTS menjadi lebih baik,” tutup Novi. (*ARS)