HI-Fest Beri Peluang Mahasiswa Untuk Berani Ber-Public Speaking

Jakarta (UNAS) – Public Speaking menjadi softskill yang mulai harus diperhatikan, kemampuan public speaking atau berbicara di depan umum memiliki peran yang penting, terutama saat memasuki dunia kerja. Sehubungan dengan program kerja, Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional HIMAHI menggelar Hi-Fest yang diisi dengan Lomba Public Speaking, Story Telling dan Webinar.

Dalam sambutannya,  Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Administrasi Umum, Dr . Aos Yuli Firdaus S.I.P.,M.Si., mengungkapkan Hi-Fest merupakan kegiatan rutin untuk mengenalkan Prodi Hubungan Internasional juga sebagai ajang meningkatkan kualitas diri.

Dr . Aos Yuli Firdaus S.I.P.,M.Si

“Kegiatan Hi-Fest merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap tahunnya oleh teman-teman Himahi, selain untuk mengenalkan prodi Hubungan Internasional kegiatan ini juga menjadi ajang untuk meningkatkan kualitas diri, ” paparnya.

Pada Hari pertama, kegiatan Hi-Fest yang diselenggarakan pada Kamis-Jumat (9-10/9) mengangkat tema “Enriching Biodiversity and Ecosystem Through Sustainability” peserta kegiatan membacakan pemikiran-pemikiran mereka dalam Bahasa Inggris. Lomba Public Speaking dibuka untuk mahasiswa Prodi Hubungan Internasional dan Umum. Kemudian di hari kedua digelar webinar dan pengumuman pemenang lomba.

Dalam Webinar yang di moderator oleh Umar Fauzi Bahanan, S.Sos., M.Si dengan mengundang narasumber pengamat Climate Change atau Krisis Iklim seperti Putri Potabuga S.I.P M.Si Directur Climate Institute dan Atina izza S. Hub. Int., M.Sc Dosen FISIP Universitas Nasional.

Dalam materinya, Putri Potabuga S.I.P M.Si menyampaikan bahwa perubahan iklim bukan sebatas persoalan lingkungan tetapi juga hubungan alam dengan manusia dan menjadi keperihatinan global. “Perubahan iklim bukan sebatas persoalan lingkungan, ini merupakan kelanjutan hidup dan hak. Kita harus memperbaiki hubungan alam dengan manusia itu sendiri, ” jelasnya.

Ia menambahkan agar mahasiswa lebih aware dengan perubahan iklim. “Teman- teman mahasiswa harus lebih aware dengan perubahan iklim, semakin memahami perubahan iklim, kenali penyebabnya, adakah kejadian perubahan iklim atau cuaca extrim yang sedang kamu alami, kita memiliki kewajiban untuk sama sama menjaga bumi,” tambahnya.

Disisi lain, Atina izza s. Hub. Int., M.Sc berharap para generasi selain harus aware juga berani untuk merubah.  “ Saya harap generasi setelah ini lebih aware tentang krisis iklim yang sedang terjadi, ikut salam youth challenge sebuah kegiatan yang memiliki kebijakan yang kompak dalam mengatasi permasalahan krisis iklim, ” tuturnya.

Sebelum penutupan kegiatan Hi-Fest 2021 juga diumumkan pemenang lomba Public Speaking dan Story Telling. (*TIN)