Dorong Semangat Wirausaha di Tengah Pandemi, Unas Entrepreneurship Expo Kembali Dihelat

Jakarta (Unas) – Pandemi Covid-19 yang masih melanda tidak menghalangi mahasiswa berhenti menyalurkan kreatifitas dalam segala hal, salah satunya ialah bidang wirausaha. Guna mendorong semangat wirausaha tersebut, UPT Inkubator Wirausaha Mandiri dan P3M FEB Universitas Nasional (Unas) kembali menggelar Unas Entrepreneurship Expo.

Dilakukan secara virtual, kegiatan ini mengusung tema ‘Create Opportunities In Covid-19 Condition’ dan diikuti lebih dari 1000 mahasiswa dari 19 kelas mata kuliah kewirausahaan. Selain itu, kegiatan rutin  ini juga diisi talkshow yang menghadiri 3 pengusaha sebagai pembicara.

Drs. Suadi Sapta Putra, M.Si.M

Dalam sambutannya, Ketua UPT Wirausaha Mandiri Unas, Drs. Suadi Sapta Putra, M.Si.M mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk melahirkan kreativitas para mahasiswa dalam bidang kewirausahaan, terutama saat kondisi pandemi.

“Para mahasiswa diharapkan punya kejelian untuk menciptakan peluang usaha yang bisa eksis dalam kondisi sekarang ini, terutama pada saat pandemi Covid-19. Mahasiswa juga diharapkan dapat  mengembangkan ide bisnis tersebut dan mampu beradaptasi dengan kondisi jaman,”  ujarnya.

Di sisi lain, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Zainul Djumadin, M.Si. menuturkan, memiliki jiwa wirausaha adalah hal yang penting bagi setiap mahasiswa. “Ini adalah sebuah modal bagi mahasiswa agar ketika lulus nanti tidak mati langkah saat ingin mencari pekerjaan, dan sudah kenal dengan bidang wirausaha,” jelasnya seraya membuka kegiatan ini.

Peluang Wirausaha di Tengah Pandemi

Hadir sebagai narasumber, Ketua Ipemi PD Depok, Rosmawary, S.Pi. mengatakan, bidang wirausaha merupakan salah satu sektor yang berdampak pada kondisi pandemi Covid-19. Namun, tak sedikit pengusaha yang dapat mengubah tantangan tersebut menjadi sebuah peluang.

Seorang pengusaha harus memiliki jiwa adaptif, inovasi, humble, serta memiliki value dan paham perkembangan dunia digital. “Kondisi pandemi Covid-19 saat ini tidak bisa ditebak. Maka dari itu seorang pengusaha harus memiliki jiwa yang selalu waspada akan dunia luar dan berani bertanggung jawab terhadap masalah yang nanti akan menghampiri,” kata perempuan yang bergelut dalam bisnis fashion itu.

Tak hanya itu, tambahnya, seorang pengusaha juga harus paham dengan perkembangan media sosial, market place, serta google yang dapat menjadi sarana periklanan sebuah produk. “Pengusaha boleh punya ide, tapi juga harus punya ilmu untuk membesarkan dan mempertahankan usahanya. Jadi tetap saat menjalani usaha harus diiringi dengan belajar,” tegasnya.

Sementara itu, Owner OMA Kopi, Nurtriana Juan Dini mengatakan, guna dapat bersaing saat pandemi, seorang pengusaha harus memiliki ciri khas dan nilai yang berbeda dari usaha lainnya.

“Misalnya, bisnis kopi saat ini sedang merambah dimana-mana, agar dapat bersaing kami harus punya rasa yang berbeda, menggunakan biji kopi yang berbeda, serta tempat yang nyaman untuk minum kopi,” jelas Juan yang juga mahasiswa FEB Unas itu.

Juan melanjutkan, hal lain yang dapat dilakukan untuk mempertahankan eksistensi bisnis saat pandemi ialah dengan membangun engagement dengan pelanggan melalui media sosial. “Melalui media sosial kita masih bisa melakukan transaksi jual beli online, bisa tetap berbisnis jadi penguasaan media sosial itu penting di masa pandemi ini,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Owner & Chief Executive Officer LEADER Indonesia, Wahyu Triono, S.Pd., MAP., Ks. menuturkan, menjadi pengusaha tidak hanya dapat dilakukan melalui jual beli barang, tetapi juga dalam bidang jasa. Misalnya, dengan menjadi penulis dan melahirkan karya-karya melalui tulisan tersebut yang bisa dipublikasikan.

“Menjadi pengusaha itu tidak ada batasan. Semua kita yang atur, kita yang olah, dan dapat dilakukan sesuai minat dan kemampuan kita. Terlebih sekarang sudah mulai merambah ke era society 5.0 dimana perkembangan tekonologi sudah semakin canggih. Hal ini bisa dijadikan peluang bagi siapapun yang ingin berwirausaha karena jaman sudah semakin mudah,” imbuh Wahyu.

Berlangsung pada pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, kegiatan ini juga diisi dengan presentasi ide bisnis oleh mahasiswa dan pengumuman presentasi terbaik. Adapun kelompok mahasiswa yang berhasil meraih nilai presentasi terbaik ialah:

Juara I diraih oleh Kelompok Diamond Planner “Event Creative Digital Activation”

Juara II diraih oleh Kelompok Quarantunes Project

Juara III diraih oleh Kelompok Dimsum Mamah, dan

Juara Favorit dengan presentasi video terbaik diraih oleh Kelompok Konsultan Rakyat