Dihuni 13.634 Jenis Tumbuhan, Papua Jadi Pulau Dengan Flora Tertinggi Di Dunia

Jakarta (UNAS) – Pulau Papua menjadi pulau dengan biodiversitas flora tertinggi di dunia. Bumi cenderawasih itu dihuni sekitar 13.634 jenis tumbuhan dengan 68 persen diantaranya merupakan spesies endemik yang hanya ada di Pulau Papua.

Prof. Dr. Charlie D. Heatubun, S.Hut., M.Si.

Guru Besar Taksonomi dan Botani Hutan Universitas Papua Prof. Dr. Charlie D. Heatubun, S.Hut., M.Si. mengatakan bahwa pulau papua adalah pulau terkaya dimuka bumi dengan kekayaan flora. Hal itu berdasarkan publikasi nature yang ia susun bersama dengan para peneliti dari berbagai institusi .

“Jadi tumbuhan yang ada di bagian papua menjadikan pulau ini terkaya di dunia dan ini menjadi sesuatu yang membanggakan,” ujar Charlie dalam webinar flora papua yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nasional pada Rabu, (14/10) di Jakarta.

Charlie melanjutkan bahwa keanekaragaman tumbuhan yang ada di pulau papua, 16 persen lebih banyak daripada Madagaskar Negara di Afrika Timur. Dan satu-satunya pulau tropis terbesar di dunia yang memiliki spesies endemik di Asia Tenggara.

Dari keunikan ini, Charlie menjelaskan bahwa keanekaragaman dan endemisme di tanah papua menjadi tinggi dikarenakan laju spesiasi begitu tinggi yang disebabkan oleh mekanisme isolasi dan adaptasi. Spesiasi dan adaptasi dipicu oleh sejarah pembentukan pulau papua secara geologi, ketidakstabilan, ekosistem akibat tenaga alam, isolasi geografis dan fenomena ekologis seperti mid domain effect.

Meskipun demikian, biodiversitas flora papua dihadapkan oleh berbagai tantangan ke depan. Seperti pembangunan infrastruktur, pembukaan lahan kebun sawit, pertambangan, penebangan hutan yang dikhawatirkan dapat menghilangkan keanekaragaman tumbuhan yang ada di pulau tersebut.

Upaya untuk melestarikan keragaman tumbuhan di bumi cenderawasih telah dilakukan dengan terus mengeksplorasi dan membuat database tentang keberadaan maupun keragaman spesies yang bekerjasama dengan 65 institusi.

“Upaya lain juga dilakukan dari pemerintah yang menggandeng masyarakat dengan membangun komitmen dan kesadaran semua pihak, menyiapkan regulasi Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) No. 10 tahun 2019 tentang pembangunan berkelanjutan di provinsi papua barat yakni komitmen melindungi, melestarikan, dan memanfaatkan keanekaragaman hayati (flora tanah papua), menetapkan kawasan konservasi, dan mempersiapkan sumber daya manusia dan infrastruktur riset serta inovasi daerah,” jelas Charlie yang juga Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Papua Barat. (*DMS)