Yudisium FISIP Bekali Para Lulusan, Wujudkan Sarjana Berdaya Saing Global

Jakarta (Unas) – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nasional (Unas) kembali mengadakan yudisium untuk calon wisudawan dan wisudawati, tahun akademik 2019/2020. Yudisium kali ini mengangkat tema “mewujudkan sarjana bedaya saing global”. Berbeda dari tahun sebelumnya, yudisium kali ini menggabungkan lulusan periode I dan II serta dibagi menjadi tiga hari guna menerapkan kebijakan social distancing lantaran pandemi Covid-19, yakni pada 19-21 November 2020.

Yudisium hari pertama diikuti oleh prodi Ilmu Administrasi Publik, hari kedua gabungan prodi Ilmu Politik, Sosiologi, dan Hubungan Internasional, serta hari ketiga diikuti oleh lulusan Ilmu Komunikasi. Dekan FISIP Unas, Dr. Zulkarnain, M.Si. mengatakan, guna mewujudkan sarjana yang berdaya saing global, para lulusan perlu menyerap ilmu-ilmu yang didapatkan selama perkuliahan maupun lingkungan sekitar.

Dekan FISIP Unas, Dr. Zulkarnain, M.Si saat memberikan cendra mata kepada lulusan terbaik

“Para lulusan harus mengimplementasikan ilmunya selama perkuliahan kepada masyarakat. Jangan pernah berhenti mencari ilmu serta terus kembangkan diri. Jagalah nama baik almamater FISIP Unas,” ujarnya dalam sambutan, Kamis (19/11). Dalam memberikan pembekalan, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FISIP UNAS, Aos Yuli Firdaus, S.I.P., M.Si meminta kepada seluruh peserta yudisium untuk merubah paradigma, mempunyai integritas dan mengutamakan konsep ketuhanan.

“Kegiatan yudisum ini adalah untuk mengulang memori kalian ketika pertama kali masuk UNAS, hari ini kami harapkan kegembiraan yang ada, tidak lagi ada keluh kesah dan tidak enak hati. Hari ini kalian berhak mendapatkan kebahagiaan dan kebanggan, dalam konsep keilmuan kita harus ada perubahan paradigma dan sopan santun, menjadi orang yang bermoral dan berintegritas, dan tetap menerapak konsep ketuahan,” papar Aos.

Umar Fauzin Bahanan, S.Sos., M.Si.

Sementara itu, Ketua Pelaksana yudisium Umar Fauzin Bahanan, S.Sos., M.Si. mengatakan, mahasiswa yang lulus pada semester ganjil seharusnya menggelar yudisium pada bulan Maret lalu harus ditunda karena adanya pandemic Covid-19. “Seharusnya di bulan Maret kita mengadakan yudisium, tetapi tidak dapat diselenggarakan karena Covid-19, hari ini kita bisa melaksanannya dengan tetap mematuhi protokol Kesehatan” ujarnya dalam sambutan.

Dosen Prodi Ilmu Komunikasi itu menambahkan, sebelum menyelenggarakan yudisium secara offline, mahasiswa telah mengikuti tes rapid yang diadakan di UNAS. “Kita juga laksankan rapid untuk menilai kerja imun teman-teman semua, meski demikian kegiatan ini tetap kita selenggrakan dengan baik,” jelas Umar.

Ia juga berharap kepada calon wisudawan wisudawati untuk terus melanjutkan perjuangan bersama dan menunjukkan alumni Unas adalah yang terbaik. “Sebagai penerus bangsa jadilah yang terbaik lanjutkan kemengan kalian dan tunjukkan alumni UNAS adalah yang terbaik,” tutupnya. Adapun wisudawan terbaik dari periode I tahun akademik 2019/2020 diraih oleh Hasta Aisyah Trida Pramita dari prodi Hubungan Internasional dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,93, Nisrina Humaira dari prodi Ilmu Komunikasi dengan IPK 3,89, Sisi Vadila Sandy dari prodi Ilmu Politik dengan IPK 3,81, Rizki Fajar Yuniarto dari prodi Sosiologi, dan Dwi Enggar Sari dari prodi Administrasi Publik,

Sementara itu, wisudawan terbaik periode II tahun akademik 2019/2020 diraih oleh Tiara Ambarsari Putri dari prodi Hubungan Internasional dengan IPK 3,81, Elsy dari prodi Ilmu Komunikasi dengan IPK 3,78, Bulan Indah Putri Seme dari prodi Ilmu Politik dengan IPK 3,87, Winda Dewi dari prodi Sosiologi dengan IPK 3,66, dan Ayu Septianingrum dari prodi Administrasi Publik dengan IPK 3,81.  Para wisudawan terbaik mendapatkan piagam penghargaan serta cenderamata yang diberikan langsung oleh Dekan FISIP,  Dr. Zulkarnain, M.Si.

Ditemui di sela-sela kegiatan, wisudawan terbaik FISIP Semester Genap, Bulan Indah Putri Seme memberikan kesan dan pesannya selama kuliah di UNAS. “Kesannya banyak banget karena saya juga aktif di beberapa organisasi dan penelitian, terutama penelitian studi kasus saya di Jombang, saya bisa melakukan penelitian langsung, dan pesan untuk Universitas Nasional sendiri semoga tetep maju dan berkembang serta tetap meluluskan mahasiswa- mahasiswa terbaik,” ujarnya. Ia juga berharap, seluruh lulusan FISIP Unas memiliki harapan dan cita-cita yang besar serta dapat bermanfaat di masyarakat. “Terus berkarya dan jangan lupa berdoa, berusaha karena itu merupakan modal utama kita untuk meraih kesuksesan,” tutur Bulan. (*TIN/NIS).