Wakil Ketua MPR RI Ajak Mahasiswa UNAS Dukung Transisi Energi Terbarukan

Urgensi Transisi Energi di Indonesia

Eddy menyoroti bahwa Indonesia saat ini masih bergantung pada energi fosil, terutama batubara, yang menyumbang 61% dari total pembangkit listrik nasional. Sementara itu, bauran energi terbarukan baru mencapai 14%, masih jauh dari target 23% pada 2025.

“Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen, yang berdampak pada peningkatan permintaan energi. Oleh karena itu, kita harus meningkatkan pasokan energi dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan serta berkomitmen terhadap dekarbonisasi ekonomi pada 2060,” jelas Eddy.

Padahal, lanjutnya, Indonesia memiliki sumber daya energi terbarukan yang melimpah, seperti tenaga surya, angin, arus laut, air, panas bumi, dan biofuel. Namun, pemanfaatannya masih belum optimal.

Sebagai langkah nyata, MPR RI telah menyusun Rancangan Undang-Undang Energi Baru dan Terbarukan (RUU EBET), yang saat ini telah memasuki tahap final di DPR RI. Undang-undang ini diharapkan dapat mempercepat transisi energi, mengurangi emisi karbon, serta memperkuat ketahanan energi nasional.

“Peralihan dari energi fosil ke energi hijau bukan sekadar pilihan, tetapi sebuah keharusan,” tegas Eddy.

Peran Kampus dalam Akselerasi Energi Terbarukan

Dalam paparannya, Eddy menekankan bahwa peran kampus sangat krusial dalam mendukung transisi energi. Ia mendorong perguruan tinggi, termasuk UNAS, untuk aktif memberikan rekomendasi kebijakan berbasis riset dan inovasi.

“MPR RI siap memfasilitasi keterlibatan kampus dalam aspek kebijakan, legislasi, dan pengawasan. Kami juga akan mendorong pemerintah untuk memperkuat kolaborasi dengan akademisi dan perguruan tinggi dalam pengembangan energi terbarukan,” ujarnya.

Selain itu, Eddy juga menekankan pentingnya membangun universitas kelas dunia (world-class university) sebagai prasyarat menuju Indonesia Emas 2045.

“UNAS harus terus berkembang menjadi universitas kelas dunia agar dapat berkontribusi lebih besar dalam pembangunan bangsa,” pungkasnya.

Green Building sebagai Solusi Energi Berkelanjutan

Dalam kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Teknik dan Sains (FTS) UNAS, Ir. Ruliyanta, S.T., M.T., Ph.D., turut memaparkan materi mengenai Green Building sebagai Solusi dalam Transisi Energi.

“Green building adalah konsep bangunan yang dirancang dengan mempertimbangkan efisiensi energi, pemanfaatan sumber daya yang berkelanjutan, serta dampak lingkungan yang minimal,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa konsep green building dapat mendukung transisi energi dengan mengurangi konsumsi energi fosil dan mengoptimalkan penggunaan energi terbarukan.

Harapan untuk Kolaborasi Berkelanjutan

Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNAS, Prof. Dr. Suryono Efendi, S.E., M.B.A., M.M., yang mengapresiasi diskusi ini sebagai langkah awal menuju kolaborasi yang lebih konkret.

“Semoga kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan baru bagi akademisi, praktisi, dan masyarakat, tetapi juga menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia,” ujar Prof. Suryono.

Ia menegaskan bahwa transisi energi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dari kampus, industri, dan masyarakat untuk mewujudkan energi bersih dan berkelanjutan di Indonesia. (SAF)

Bagikan :

Info Mahasiswa

Related Post

FISIP UNAS Adakan "International Talk Series" ke-4 untuk Pengembangan Kapasitas & Jejaring Internasional
UNIVERSITAS NASIONAL TANDATANGANI MOU DENGAN CYBER HANKUK UNIVERSITY OF FOREIGN STUDIES: SIAP HADIRKAN PROGRAM K-BEAUTY DI INDONESIA
Akses Pembiayaan Sistem Keuangan Syariah Bagi Pelaku Usaha UKM & UMKM
Universitas Nasional dan Rutgers University Kolaborasi Selamatkan Lingkungan
Selalu berkarya dan Inovatif, Prodi Pariwisata UNAS Buat Keindahan Tana Toroja Secara Virtual
Wisata Berbasis Komunitas Akan Pacu Pendapatan Masyarakat Lokal dan Perekonomian

Kategori Artikel

Berita Terbaru

Jadwal pelaksanaan PLBA T.A 2025/2026

Hari : RABU

SESI : 1

Tanggal : 24 September 2025

Pukul : 07.00 – 12.00 WIB

Auditorium Universitas Nasional

FAKULTAS

  1. FISIP
  2. FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA
  3. FAKULTAS TEKNIK DAN SAINS
  4. FAKULTAS TEKNOLOGI  KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

SESI : 2

Pukul : 13.00 – 16.00 WIB

Tempat : Auditorium Universitas Nasional

FAKULTAS

  1. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
  2. FAKULTAS HUKUM
  3. FAKULTAS ILMU KESEHATAN
  4. FAKULTAS BIOLOGI DAN PERTANIAN

Tempat : Auditorium Universitas Nasional

Hari : Kamis

Tanggal 25 September 2025

Pukul : 07.00 – 16.00 WIB

  1. FISIP
  2. FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA
  3. FAKULTAS TEKNIK DAN SAINS
  4. FAKULTAS TEKNOLOGI  KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
  5. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
  6. FAKULTAS HUKUM
  7. FAKULTAS ILMU KESEHATAN
  8. FAKULTAS BIOLOGI DAN PERTANIAN

Tempat : Auditorium Universitas Nasional